Bruno Fernandes kembali mendapatkan pengakuan atas musim luar biasanya bersama Manchester United. Sang kapten Setan Merah resmi dinobatkan sebagai PFA Players’ Player of the Year 2025/2026, penghargaan yang diberikan berdasarkan pilihan sesama pemain profesional di Inggris.

Penghargaan tersebut menjadi penutup sempurna bagi musim yang sangat istimewa bagi gelandang asal Portugal tersebut. Fernandes tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Premier League dan berhasil membawa Manchester United bangkit hingga mengakhiri kompetisi di posisi ketiga.

Yang membuat pencapaiannya semakin istimewa adalah rekor assist yang berhasil ia pecahkan. Fernandes mencatat 21 assist di Premier League, melewati rekor sebelumnya yang dimiliki Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Ia juga menyumbangkan sembilan gol sepanjang musim.

Performa tersebut membuat Fernandes menjadi pemain Manchester United pertama sejak Wayne Rooney pada musim 2009/2010 yang memenangkan penghargaan bergengsi PFA tersebut.

Tidak hanya itu, gelar PFA ini melengkapi rangkaian penghargaan individu yang diperoleh Fernandes setelah menjalani musim luar biasa. Sebelumnya, ia juga mendapatkan penghargaan Football Writers' Association Footballer of the Year pada Mei.

Dengan demikian, kontribusi Fernandes sepanjang musim benar-benar mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.

Musim luar biasa Bruno Fernandes

Perjalanan Manchester United musim lalu memang tidak selalu berjalan mulus. Setan Merah sempat mengalami periode yang sulit dan harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Namun, situasi berubah setelah Michael Carrick mengambil kendali sebagai manajer.

Manchester United perlahan menunjukkan peningkatan dan akhirnya berhasil finis di posisi ketiga Premier League. Hasil tersebut membuat mereka kembali mendapatkan tiket menuju Liga Champions.

Fernandes menjadi salah satu pemain paling penting dalam kebangkitan tersebut.

Ia bukan hanya bertugas menciptakan peluang, tetapi juga menjadi pemimpin di lapangan. Sebagai kapten, Fernandes sering menjadi pemain yang mengatur tempo permainan dan memberikan energi kepada rekan-rekannya.

Catatan 21 assist menjadi bukti nyata betapa besar pengaruhnya terhadap permainan Manchester United.

Rekor tersebut membuat namanya masuk ke dalam sejarah Premier League. Fernandes berhasil melewati catatan yang sebelumnya menjadi milik dua gelandang legendaris, Henry dan De Bruyne.

Selain menciptakan 21 gol untuk rekan-rekannya, Fernandes juga mencetak sembilan gol.

Kombinasi kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan pengaruh terbesar di Premier League musim 2025/2026.

Tidak mengherankan jika sesama pemain akhirnya memilihnya sebagai pemain terbaik.

Bagi Fernandes, pengakuan dari pemain lain memiliki arti khusus.

Ia mengaku bangga karena penghargaan tersebut diberikan oleh para pemain yang setiap pekan menjadi lawan-lawannya di lapangan.

Menurut Fernandes, tidak mudah bagi seorang pemain untuk memberikan suara kepada pemain lain yang sering mereka hadapi sebagai lawan. Karena itu, penghargaan tersebut terasa semakin istimewa baginya.

Penghargaan spesial dari sesama pemain

PFA Players’ Player of the Year berbeda dari penghargaan yang diberikan berdasarkan keputusan juri atau media.

Para pemain profesional sendirilah yang memberikan suara.

Artinya, Fernandes mendapatkan pengakuan langsung dari pemain-pemain yang merasakan sendiri bagaimana sulitnya menghadapi dirinya sepanjang musim.

Hal tersebut menjadi validasi besar terhadap performanya.

Seorang gelandang tidak selalu mendapatkan perhatian yang sama seperti pencetak gol terbanyak. Namun, Fernandes mampu mengubah persepsi tersebut melalui kontribusinya.

Ia menjadi sumber kreativitas Manchester United.

Umpan-umpannya mampu membuka pertahanan lawan, sementara keberaniannya mengambil risiko membuat permainan United menjadi lebih agresif.

Pada saat yang sama, Fernandes juga memiliki tanggung jawab sebagai kapten.

Manchester United membutuhkan sosok pemimpin ketika sedang berada dalam tekanan, dan Fernandes mengambil peran tersebut.

Karena itu, penghargaan PFA bukan sekadar penghargaan individual.

Trofi tersebut juga menjadi simbol dari kebangkitan Fernandes dan Manchester United.

Fernandes kembali menghidupkan tradisi Manchester United

Kemenangan Fernandes juga memiliki nilai historis bagi Manchester United.

Sebelum dirinya, pemain terakhir Setan Merah yang memenangkan penghargaan PFA Players’ Player of the Year adalah Wayne Rooney pada musim 2009/2010.

Artinya, dibutuhkan waktu sekitar 16 tahun bagi pemain Manchester United berikutnya untuk kembali memenangkan penghargaan tersebut.

Fernandes kini menjadi bagian dari daftar pemain elite yang pernah mendapatkan penghargaan tersebut.

Manchester United juga menjadi klub dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah penghargaan PFA. Kemenangan Fernandes membuat klub tersebut telah meraih penghargaan itu sebanyak 12 kali.

Ini menjadi pencapaian penting bagi klub sekaligus bagi Fernandes secara pribadi.

Apalagi, Manchester United baru saja melewati beberapa tahun yang tidak mudah.

Kebangkitan di bawah Carrick memberikan harapan baru kepada para pendukung.

Fernandes menjadi salah satu simbol dari perubahan tersebut.

Ia bukan pemain baru di Old Trafford. Namun, musim 2025/2026 memperlihatkan kembali betapa pentingnya peran sang kapten.

Bunny Shaw menang penghargaan pemain terbaik putri

Pada malam penghargaan yang sama, Manchester City juga memiliki alasan untuk merayakan keberhasilan salah satu pemain mereka.

Khadija "Bunny" Shaw dinobatkan sebagai PFA Women's Player of the Year untuk kedua kalinya.

Penyerang Manchester City tersebut menjalani musim yang sangat produktif.

Shaw mencetak 21 gol di Women's Super League dan berhasil memenangkan Golden Boot untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Lebih istimewa lagi, kontribusinya membantu Manchester City meraih gelar Women's Super League untuk pertama kalinya bagi Shaw.

Penghargaan tersebut kembali menegaskan status Shaw sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sepak bola wanita Inggris.

Ia sebelumnya sudah memenangkan penghargaan PFA Women's Player of the Year pada musim 2023/2024.

Kini, dua tahun kemudian, Shaw kembali mendapatkan pengakuan dari sesama pemain.

Produktivitasnya menjadi alasan utama.

Dengan 21 gol, Shaw menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam keberhasilan Manchester City.

Ia juga menjadi sosok yang sangat sulit dihentikan oleh lini pertahanan lawan.

Kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan mencari ruang, serta penyelesaian akhirnya membuat Shaw menjadi senjata utama City.

Penghargaan kedua tersebut semakin memperkuat warisannya di Women's Super League.

Nico O'Reilly menjadi pemain muda terbaik

Penghargaan PFA tahun ini juga memberikan panggung bagi generasi berikutnya.

Nico O'Reilly dari Manchester City berhasil memenangkan penghargaan PFA Young Player of the Year kategori putra.

Pemain berusia 21 tahun tersebut menjalani musim yang sangat mengesankan.

Ia tidak hanya tampil penting bersama klub, tetapi juga mendapatkan pengalaman bersama tim nasional Inggris.

O'Reilly kemudian ikut membantu Inggris meraih medali perunggu di Piala Dunia.

Ia juga memenangkan dua trofi bersama Manchester City.

Kombinasi prestasi klub dan internasional tersebut membuat O'Reilly menjadi salah satu pemain muda paling menonjol musim ini.

Menariknya, O'Reilly juga masuk dalam PFA Premier League Team of the Year.

Artinya, malam penghargaan tersebut menjadi momen yang sangat spesial bagi dirinya.

Ia berhasil mengalahkan sejumlah talenta muda lain, termasuk Rayan Cherki, untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

O'Reilly pun mengaku sangat bangga dengan perjalanan musim yang dijalaninya.

Ia menilai musim tersebut memberikan banyak pengalaman berharga, terutama karena berhasil memenangkan trofi bersama klub dan bermain di Piala Dunia bersama Inggris.

Olivia Smith kembali menang

Di kategori putri, penghargaan pemain muda terbaik menjadi milik Olivia Smith.

Pemain Arsenal tersebut berhasil mempertahankan gelar PFA Women's Young Player of the Year.

Ini merupakan kali kedua secara beruntun Smith memenangkan penghargaan tersebut.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Smith terus berkembang sebagai salah satu talenta muda paling menarik di sepak bola wanita Inggris.

Konsistensinya membuat ia kembali mendapatkan kepercayaan dari para pemain profesional.

Arsenal sendiri menjadi salah satu klub yang paling banyak mengirimkan pemain ke tim terbaik PFA Premier League.

Lima pemain mereka masuk ke dalam susunan tersebut.

David Raya, Gabriel Magalhaes, William Saliba, Jurrien Timber, dan Declan Rice semuanya mendapatkan tempat.

Hal itu mencerminkan keberhasilan Arsenal dalam menjalani musim 2025/2026.

Mereka menjadi juara Premier League dan mendominasi sejumlah penghargaan individu.

Manchester City juga mendominasi tim terbaik

Manchester City juga mengirimkan sejumlah pemain ke PFA Premier League Team of the Year.

Selain O'Reilly, ada Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Antoine Semenyo.

Keberadaan beberapa pemain City menunjukkan bahwa klub tersebut tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di Inggris.

Sementara Manchester United hanya memiliki Fernandes dalam susunan tersebut.

Brentford juga mendapatkan perwakilan melalui Igor Thiago.

Komposisi tersebut memperlihatkan bagaimana performa individu pemain dari berbagai klub mendapatkan pengakuan.

Namun, Fernandes tetap menjadi nama paling menonjol karena berhasil memenangkan penghargaan utama.

Fernandes menghadapi tantangan baru

Setelah mendapatkan begitu banyak penghargaan, tantangan Fernandes berikutnya justru akan semakin berat.

Manchester United akan kembali tampil di Liga Champions.

Setelah absen dari kompetisi elite Eropa tersebut, mereka kini kembali ke panggung yang sangat dinantikan.

Fernandes dipastikan akan menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu memimpin United.

Pengalaman dan kualitasnya akan sangat dibutuhkan ketika Manchester United menghadapi klub-klub terbaik Eropa.

Tidak hanya itu, United juga ingin kembali bersaing memperebutkan gelar Premier League.

Finis di posisi ketiga musim lalu memang menjadi kemajuan besar, tetapi target klub tentu jauh lebih tinggi.

Mereka ingin kembali menjadi penantang gelar.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Fernandes harus kembali tampil konsisten.

Penghargaan PFA menjadi bukti bahwa standar performanya sudah sangat tinggi.

Kini, ia harus mempertahankan level tersebut.

Michael Carrick juga akan mengandalkan sang kapten untuk memimpin tim dalam periode penting.

Kehadiran Fernandes memberikan pengalaman sekaligus kreativitas di lini tengah.

Ia menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.

Jika performanya kembali mencapai level musim lalu, Manchester United memiliki peluang untuk menjadi tim yang jauh lebih berbahaya.

Sebuah penghargaan yang sangat berarti

Bagi Fernandes, kemenangan ini mungkin menjadi salah satu pencapaian individu paling penting sepanjang kariernya.

Ia sudah mendapatkan berbagai penghargaan sejak bergabung dengan Manchester United.

Namun, memenangkan PFA Players’ Player of the Year memiliki arti berbeda karena penghargaan tersebut diberikan oleh sesama pemain.

Ia tidak hanya dinilai oleh media atau penggemar.

Ia dinilai oleh pemain yang setiap pekan bertemu dengannya di lapangan.

Karena itu, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa performa Fernandes benar-benar dihargai oleh rekan-rekan profesionalnya.

Musim lalu ia menciptakan 21 assist, mencetak sembilan gol, membawa Manchester United finis ketiga, dan membantu klub kembali ke Liga Champions.

Kini semua pencapaian tersebut mendapatkan penghargaan resmi.

Dan yang paling menarik, Fernandes mengikuti jejak Wayne Rooney sebagai pemain Manchester United terakhir yang memenangkan trofi tersebut sebelum dirinya.

Nama Rooney tentu memiliki tempat khusus dalam sejarah United.

Karena itu, Fernandes kini semakin dekat dengan kelompok pemain yang meninggalkan warisan besar di Old Trafford.

Namun, pekerjaannya belum selesai.

Penghargaan individual memang membanggakan, tetapi Manchester United masih memiliki target yang jauh lebih besar.

Mereka ingin memenangkan trofi.

Mereka ingin kembali menjadi juara Inggris.

Dan mereka ingin menunjukkan bahwa kebangkitan di bawah Carrick bukan sekadar momentum sesaat.

Fernandes akan menjadi salah satu pusat dari proyek tersebut.

Sementara itu, Bunny Shaw juga akan menghadapi tantangan serupa.

Setelah memenangkan PFA Women's Player of the Year untuk kedua kalinya, ia harus membantu Manchester City mempertahankan gelar Women's Super League.

Golden Boot ketiga secara beruntun membuktikan bahwa Shaw masih menjadi mesin gol.

Kini target berikutnya adalah mempertahankan dominasi tersebut.

Dengan demikian, malam penghargaan PFA 2026 menghasilkan dua cerita besar.

Di kategori putra, Bruno Fernandes menjadi simbol kebangkitan Manchester United.

Di kategori putri, Bunny Shaw kembali menegaskan dominasinya bersama Manchester City.

Keduanya sama-sama menjadi pemain yang sangat menentukan bagi klub masing-masing.

Fernandes mendapatkan penghargaan setelah memecahkan rekor assist Premier League.

Shaw mendapatkannya setelah mencetak 21 gol, memenangkan Golden Boot, dan meraih gelar WSL.

Sementara generasi muda juga mulai menunjukkan diri melalui keberhasilan Nico O'Reilly dan Olivia Smith.

Semua itu membuat PFA Awards 2026 menjadi malam yang penuh cerita.

Bagi Manchester United, trofi Fernandes menjadi kabar yang sangat positif.

Setelah bertahun-tahun mengalami masa sulit, mereka akhirnya kembali memiliki pemain yang mendapatkan penghargaan utama dari sesama pesepak bola Inggris.

Bagi Fernandes sendiri, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kerja kerasnya.

Ia sudah menjadi kapten.

Ia sudah memecahkan rekor.

Kini ia juga menjadi PFA Players’ Player of the Year.

Tantangan berikutnya tentu lebih berat: membawa Manchester United dari sekadar finis ketiga menjadi penantang serius gelar Premier League dan tampil kompetitif di Liga Champions.

Jika Fernandes mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin penghargaan individu tersebut menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar bersama Manchester United.

Sementara itu, Bunny Shaw akan mencoba melakukan hal serupa bersama Manchester City.

Dua bintang ini telah mendapatkan pengakuan tertinggi dari rekan-rekan mereka.

Sekarang waktunya membuktikan bahwa mereka memang layak menyandang status sebagai pemain terbaik di Inggris.