Manchester City mengawali Premier League 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Menjamu Bournemouth di Etihad Stadium, The Citizens sempat dibuat frustrasi setelah tertinggal 0-1 hingga sebagian besar pertandingan. Namun, dua gol pada fase akhir pertandingan mengubah semuanya.

Manchester City akhirnya menang 2-1. Marc Guehi menjadi sosok yang membuka jalan comeback tersebut melalui gol penyama kedudukan pada menit ke-84, sebelum Josko Gvardiol mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Menariknya, Guehi tidak dimainkan di posisi aslinya sebagai bek tengah. Ia dipercaya mengisi lini tengah bersama Elliot Anderson. Eksperimen tersebut ternyata membuahkan hasil luar biasa.

Marc Guehi Terpilih sebagai Man of the Match

Premier League menetapkan Marc Guehi sebagai Man of the Match dalam pertandingan Manchester City kontra Bournemouth. Penghargaan tersebut terasa layak karena pemain asal Inggris itu menjadi pembeda dalam situasi ketika City mengalami kebuntuan.

Selama pertandingan, Bournemouth bermain sangat disiplin.

Setelah Marcus Tavernier membawa mereka unggul pada babak pertama, The Cherries memilih bertahan lebih dalam. Para pemain Bournemouth menutup ruang dengan rapat dan membuat City kesulitan menemukan celah.

Manchester City memang mendominasi penguasaan bola, tetapi serangan mereka berkali-kali berakhir tanpa hasil.

Dalam kondisi seperti itu, dibutuhkan seorang pemain yang mampu menciptakan perubahan.

Dan pemain tersebut adalah Guehi.

Gol Guehi Mengubah Jalannya Pertandingan

Memasuki menit-menit akhir, Manchester City terus memberikan tekanan.

Bournemouth semakin dalam bertahan.

Pada menit ke-84, City akhirnya mendapatkan kesempatan melalui situasi sepak pojok.

Rayan Cherki mengirimkan bola ke dalam kotak penalti.

Marc Guehi bergerak mencari ruang dan kemudian menyambut umpan tersebut dengan sundulan.

Bola masuk ke gawang Bournemouth.

Manchester City 1-1 Bournemouth.

Gol tersebut bukan sekadar menyamakan kedudukan.

Gol Guehi juga mengubah momentum pertandingan.

Para pemain City kembali percaya diri, sementara Bournemouth mulai kehilangan kontrol yang selama ini mereka miliki.

Dari Bek Tengah Menjadi Gelandang

Hal paling menarik dari performa Guehi adalah posisinya.

Selama ini ia dikenal sebagai bek tengah.

Namun dalam pertandingan ini, Enzo Maresca memasangnya di lini tengah bersama Elliot Anderson.

Keputusan tersebut memang cukup mengejutkan.

Tetapi Guehi mampu menunjukkan bahwa kemampuan sepak bolanya tidak terbatas pada tugas bertahan.

Ia cukup nyaman ketika harus membantu sirkulasi bola sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Lebih istimewa lagi, ia mampu mencetak gol penting ketika City membutuhkan pemain yang bisa muncul dari lini kedua.

Guehi Sebenarnya Bisa Mencetak Gol Lebih Cepat

Gol pada menit ke-84 bukan satu-satunya peluang Guehi.

Pada menit ke-52, ia sebenarnya sudah mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Elliot Anderson memberikan umpan terukur kepada Guehi.

Namun penyelesaiannya masih melebar dari gawang Bournemouth.

Guehi akhirnya mendapatkan kesempatan kedua dan kali ini ia tidak menyia-nyiakannya.

Sundulannya berhasil menembus pertahanan Bournemouth dan menjadi titik balik pertandingan.

Bournemouth Hampir Membawa Pulang Tiga Poin

Sebelum gol Guehi, Bournemouth sebenarnya berada dalam posisi sangat menguntungkan.

Marcus Tavernier membawa tim tamu unggul pada menit ke-26.

Setelah itu, Bournemouth bermain sangat disiplin.

City terus menyerang, tetapi kesulitan menemukan ruang.

Bahkan beberapa pemain City mulai terlihat frustrasi karena serangan mereka tidak menghasilkan gol.

Bournemouth juga sempat mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan.

Pada menit ke-79, Daniel Jebbison hampir mencetak gol melalui sundulan.

Namun Gianluigi Donnarumma berhasil melakukan penyelamatan penting.

Jika peluang tersebut masuk, pertandingan mungkin akan berjalan dengan cerita berbeda.

Gvardiol Menyempurnakan Comeback

Setelah Guehi menyamakan skor, Manchester City tidak berhenti.

Mereka terus menekan.

Bournemouth yang sebelumnya tampil sangat terorganisasi mulai kesulitan menghadapi gelombang serangan City.

Pada masa injury time, Josko Gvardiol akhirnya mencetak gol kedua.

Tembakan mendatarnya berhasil masuk ke gawang Bournemouth.

City berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut kemudian diperiksa VAR sebelum akhirnya dinyatakan sah.

Dari hampir kalah, Manchester City akhirnya mengamankan tiga poin.

Statistik Menunjukkan Dominasi City

Manchester City memang layak mendapatkan kemenangan jika melihat statistik pertandingan.

The Citizens menguasai sekitar 66 persen penguasaan bola.

Mereka juga melepaskan 14 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang.

Bournemouth hanya menghasilkan lima tembakan dan empat tepat sasaran.

Namun dominasi tersebut tidak langsung menghasilkan gol.

City membutuhkan kesabaran hingga menit ke-84 sebelum akhirnya berhasil membongkar pertahanan lawan.

Rayan Cherki Berikan Dampak Besar

Selain Guehi, Rayan Cherki juga pantas mendapatkan perhatian.

Pemain tersebut memberikan kontribusi besar pada fase comeback.

Umpannya dari sepak pojok menghasilkan gol Guehi.

Cherki kemudian kembali terlibat dalam proses terciptanya gol kemenangan Gvardiol.

Guehi secara khusus memberikan pujian kepada Cherki setelah pertandingan.

Menurutnya, Cherki mampu memberikan perbedaan setelah masuk dan membantu mengubah arah permainan.

Mentalitas Manchester City Dipuji

Guehi mengaku bangga dengan semangat juang rekan-rekannya.

Menurutnya, City tidak boleh berhenti percaya hanya karena pertandingan berjalan tidak sesuai harapan.

Mereka harus terus berjuang sampai wasit meniup peluit akhir.

Mentalitas tersebut menjadi salah satu kunci kemenangan.

City memang tidak tampil sempurna.

Namun mereka tidak menyerah.

Dan pada akhirnya, perjuangan tersebut menghasilkan comeback.

Debut Maresca Berakhir Manis

Kemenangan ini juga sangat penting bagi Enzo Maresca.

Ia memulai era barunya di Premier League dengan tiga poin.

Tentu saja, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Permainan City belum sepenuhnya padu.

Namun kemenangan dramatis seperti ini bisa memberikan kepercayaan diri yang sangat besar.

Maresca juga mendapatkan pelajaran penting mengenai karakter para pemainnya.

Guehi Memberikan Opsi Baru

Penampilan Guehi sebagai gelandang bisa menjadi salah satu opsi menarik bagi Maresca.

Jika sang pemain mampu mempertahankan performa seperti ini, ia bisa menjadi pemain serbaguna bagi City.

Ketika dibutuhkan sebagai bek, ia bisa kembali ke lini belakang.

Ketika kondisi mengharuskan City memiliki pemain tambahan di tengah, Guehi juga mampu menjalankan peran tersebut.

Fleksibilitas semacam ini sangat berharga dalam kompetisi panjang.

Kesimpulan

Marc Guehi layak disebut sebagai Man of the Match Manchester City vs Bournemouth.

Ia tidak hanya tampil di posisi yang tidak biasa, tetapi juga mencetak gol yang menjadi awal comeback Manchester City.

Bournemouth unggul lebih dulu melalui Marcus Tavernier pada menit ke-26 dan mampu mempertahankan keunggulan hingga menit ke-84.

Namun Guehi menyamakan skor lewat sundulan dari situasi sepak pojok.

Setelah itu, momentum sepenuhnya berpindah kepada Manchester City.

Josko Gvardiol kemudian mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Manchester City menang 2-1 dan mengawali era Enzo Maresca dengan tiga poin.

Bagi Guehi, pertandingan ini bahkan lebih istimewa. Ia datang dengan tugas membantu lini tengah, tetapi akhirnya menjadi pemain yang membuka pintu comeback.

Satu gol, peran tak biasa, dan mentalitas luar biasa membuat Marc Guehi menjadi sosok paling menentukan di Etihad Stadium.