Manchester City bergerak cepat mencari tambahan kekuatan di lini tengah setelah kehilangan Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut resmi meninggalkan Etihad Stadium dan bergabung dengan Barcelona, sehingga The Citizens kini harus mencari sosok baru yang mampu membantu mengisi ruang yang ditinggalkan salah satu pemain terpenting mereka.

Salah satu nama yang kini masuk radar Manchester City adalah Manu Kone dari AS Roma. Gelandang asal Prancis tersebut dilaporkan menjadi salah satu target serius City pada bursa transfer musim panas 2026.

Menurut laporan yang dikutip Bola.net dari Daily Mail, Manchester City mempertimbangkan langkah untuk mendatangkan Kone dengan nilai transfer yang diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 60 juta euro.

Kebutuhan City terhadap gelandang baru memang semakin mendesak. Selain Rodri yang pindah ke Barcelona, Tijjani Reijnders juga telah meninggalkan klub dan melanjutkan kariernya di Arab Saudi. Kepergian dua pemain tersebut membuat komposisi lini tengah Manchester City mengalami perubahan cukup besar.

Rodri Meninggalkan Lubang Besar

Kepergian Rodri tentu bukan perkara sederhana.

Selama memperkuat Manchester City, gelandang asal Spanyol tersebut berkembang menjadi salah satu pemain paling penting dalam sistem permainan klub. Ia tidak hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah.

Rodri telah membuat 298 penampilan dan mencetak 28 gol selama berseragam Manchester City. Ia juga membantu klub memenangkan 14 trofi utama, termasuk empat gelar Premier League dan Liga Champions.

Karena itu, ketika Barcelona akhirnya mendapatkan tanda tangannya, City harus segera memikirkan solusi.

Mencari pemain yang benar-benar bisa menggantikan Rodri bukan pekerjaan mudah.

Manu Kone Jadi Kandidat

Manu Kone dianggap sebagai salah satu opsi yang menarik.

Gelandang berusia 25 tahun tersebut memiliki karakter permainan yang cukup agresif.

Ia mampu memenangkan duel.

Ia mempunyai tenaga besar.

Ia juga dapat membawa bola melewati lini tengah dan membantu tim keluar dari tekanan.

Karakter tersebut membuatnya menarik bagi Manchester City.

Namun, Kone tentu tidak bisa begitu saja disebut sebagai pengganti Rodri secara langsung.

Gaya permainan keduanya berbeda.

Rodri lebih dikenal karena kemampuan mengatur tempo dan membaca permainan, sementara Kone mempunyai karakter yang lebih dinamis dan eksplosif.

Karena itu, jika transfer terjadi, Manchester City kemungkinan tidak akan meminta Kone menjadi "Rodri baru".

Sebaliknya, pemain Prancis itu dapat memberikan karakter berbeda dalam sistem baru City.

Roma Berada di Posisi Kuat

Salah satu tantangan terbesar dalam transfer ini adalah posisi AS Roma.

Kone masih terikat kontrak dengan klub Italia tersebut hingga Juni 2029. Dengan kontrak yang masih panjang, Roma tidak berada dalam situasi yang mengharuskan mereka menjual sang pemain.

Namun, laporan menyebut Roma terbuka terhadap kemungkinan melepas Kone apabila mendapatkan tawaran yang sesuai.

Harga yang beredar berada di kisaran 50-60 juta euro.

Bagi Manchester City, nominal tersebut masih dianggap masuk akal.

Apalagi klub baru saja mendapatkan pemasukan dari sejumlah penjualan pemain.

City Mempunyai Dana

Kepergian Rodri dan Reijnders memberikan pemasukan besar kepada Manchester City.

Menurut laporan Bola.net, dua pemain tersebut menghasilkan total sekitar 137,5 juta euro termasuk bonus performa.

Dengan kondisi tersebut, City memiliki ruang finansial untuk kembali berinvestasi di lini tengah.

Kone pun menjadi salah satu target yang cukup realistis.

Manchester City tidak hanya mencari pemain dengan nama besar.

Mereka juga membutuhkan gelandang yang bisa langsung memberikan energi baru di lini tengah.

Bukan Satu-satunya Target

Menariknya, Manu Kone bukan satu-satunya gelandang yang berada dalam radar Manchester City.

City juga dilaporkan mempertimbangkan beberapa nama lain.

Salah satunya adalah Ayyoub Bouaddi dari Lille.

Gelandang muda tersebut menjadi salah satu target serius City dan bahkan disebut hampir mencapai kesepakatan personal.

Selain itu, nama Adam Wharton, Alexis Mac Allister, Alex Scott, dan Enzo Fernandez juga dikaitkan dengan klub Manchester tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa Manchester City tidak ingin mengambil risiko dengan hanya mengandalkan satu target.

Kone Bisa Menjadi Solusi Jangka Menengah

Dibandingkan beberapa kandidat lainnya, Kone menawarkan pengalaman lebih besar.

Usianya sudah 25 tahun.

Ia telah bermain di Bundesliga sebelum pindah ke AS Roma.

Ia juga sudah mempunyai pengalaman bersama Timnas Prancis.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting apabila ia harus menghadapi tekanan bermain untuk Manchester City.

Di Etihad Stadium, tuntutan tentu jauh lebih tinggi dibandingkan ketika bermain untuk klub lain.

Setiap pertandingan akan menjadi perhatian.

Karena itu, pemain yang sudah terbiasa menghadapi tekanan akan mempunyai keuntungan.

Pengalaman di Piala Dunia

Kone juga mendapatkan pengalaman penting bersama Prancis pada Piala Dunia 2026.

Ia menjadi salah satu pemain yang tampil dalam perjalanan Prancis di turnamen tersebut.

Pengalaman bermain di panggung internasional terbesar tentu membuat profilnya semakin menarik.

Manchester City membutuhkan pemain yang tidak mudah gugup dalam pertandingan besar.

Kone sudah mempunyai pengalaman menghadapi situasi semacam itu.

Persaingan dengan Manchester United

Transfer Kone juga berpotensi menjadi persaingan dengan Manchester United.

Setan Merah kabarnya turut tertarik kepada gelandang AS Roma tersebut.

Artinya, Manchester City harus bergerak cepat jika benar-benar menginginkan Kone.

United sendiri sedang membangun kembali lini tengah mereka.

Carlos Baleba menjadi salah satu target utama mereka, tetapi Kone juga berada dalam daftar pemain yang menarik perhatian.

Jika City berhasil memenangkan persaingan, transfer tersebut akan menjadi keuntungan besar bagi The Citizens.

Enzo Fernandez Juga Dibidik

Di luar Kone, Manchester City juga masih mempertimbangkan Enzo Fernandez.

Gelandang Chelsea tersebut bahkan disebut sebagai salah satu target utama Maresca.

Namun, masalah harga menjadi hambatan.

Chelsea dilaporkan menginginkan sekitar 120 juta poundsterling, sementara Manchester City tidak ingin mengeluarkan dana sebesar itu.

Situasi tersebut membuat Kone menjadi alternatif yang lebih realistis.

Dengan harga sekitar 50-60 juta euro, City dapat mendapatkan gelandang berkualitas tanpa harus mengeluarkan dana sebesar yang diminta Chelsea.

City Sedang Merombak Lini Tengah

Perubahan Manchester City tidak hanya terjadi karena Rodri.

Tijjani Reijnders juga pergi.

Nico Gonzalez bahkan disebut berpotensi meninggalkan klub setelah kehilangan tempat utama.

Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap pemain tengah semakin besar.

City bahkan dikabarkan ingin mendatangkan setidaknya dua gelandang tambahan sebelum bursa transfer ditutup.

Karena itu, transfer Kone bisa menjadi bagian dari perombakan besar.

Era Baru Manchester City

Manchester City kini memasuki fase yang berbeda.

Rodri telah menjadi bagian penting dari era kesuksesan terbesar klub.

Kepergiannya menandai perubahan.

Manchester City harus membangun kembali lini tengah tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan.

Ini menjadi tantangan besar bagi manajemen dan pelatih.

Kone Membawa Karakter Berbeda

Jika Kone bergabung, City akan mendapatkan pemain yang memiliki energi besar.

Ia bisa membantu ketika tim melakukan pressing.

Ia juga mampu bergerak membawa bola.

Dalam situasi tertentu, kemampuan fisiknya bisa menjadi keuntungan ketika menghadapi tim yang bermain dengan intensitas tinggi.

Namun, Kone tetap membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan Manchester City.

Adaptasi Akan Menjadi Kunci

Sistem permainan City sangat kompleks.

Gelandang tidak hanya dituntut mampu merebut bola.

Mereka juga harus memahami posisi.

Mereka harus tahu kapan turun ke belakang.

Kapan maju membantu serangan.

Kapan menjaga ruang.

Dan kapan mengontrol tempo permainan.

Karena itu, adaptasi Kone akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan transfer.

Maresca Membutuhkan Solusi

Dengan perubahan besar di lini tengah, Enzo Maresca membutuhkan pemain yang bisa segera membantu.

Kone dapat menjadi salah satu jawabannya.

Ia bukan pemain yang sepenuhnya identik dengan Rodri.

Tetapi ia mempunyai kualitas yang memungkinkan City memainkan sepak bola dengan energi berbeda.

Jika Maresca mampu memanfaatkan kelebihannya, Kone dapat menjadi pemain penting.

Tekanan Besar di Etihad

Namun, Kone juga harus memahami tekanan.

Manchester City tidak membeli pemain hanya untuk menjadi pelapis.

Jika mengeluarkan 50-60 juta euro, klub tentu berharap kontribusi besar.

Kone harus membuktikan dirinya.

Ia harus bersaing dengan pemain lain.

Dan ia harus menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari proyek baru City.

Kepergian Rodri Membuka Kesempatan

Di sisi lain, absennya Rodri justru membuka peluang besar bagi pemain baru.

Tidak ada lagi bayang-bayang pemain yang selama ini menjadi pilihan utama.

Gelandang baru mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari era baru.

Kone dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk membangun namanya sendiri.

Ia tidak perlu menjadi Rodri.

Ia hanya perlu menjadi versi terbaik dari dirinya.

Manchester City Tidak Boleh Salah Pilih

City sudah mencapai level yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, setiap keputusan transfer akan mendapat perhatian.

Jika mereka memilih Kone, keputusan tersebut harus berdasarkan pertimbangan matang.

Mereka harus yakin karakter Kone sesuai dengan kebutuhan.

Bukan sekadar membeli pemain karena kehilangan Rodri.

Penutup

Manchester City kini serius mencari tambahan kekuatan di lini tengah setelah Rodri resmi bergabung dengan Barcelona. Gelandang asal Spanyol itu meninggalkan warisan besar setelah membantu City memenangkan berbagai trofi dan menjadi salah satu pemain paling penting dalam sejarah modern klub.

Salah satu nama yang masuk radar adalah Manu Kone dari AS Roma.

Gelandang Prancis berusia 25 tahun itu dinilai memiliki profil yang menarik untuk memperkuat lini tengah City. Roma kabarnya bersedia mempertimbangkan penjualan apabila mendapatkan tawaran yang sesuai, dengan harga sekitar 50-60 juta euro.

Harga tersebut membuat Kone menjadi pilihan yang cukup realistis dibandingkan Enzo Fernandez yang dikaitkan dengan banderol sekitar 120 juta poundsterling.

Namun, Manchester City harus bergerak cepat.

Pasalnya, Kone juga dikaitkan dengan Manchester United.

Jika City berhasil mendapatkannya, mereka akan mendapatkan pemain yang memiliki tenaga, kemampuan duel, pengalaman internasional, serta karakter dinamis yang bisa memberikan warna baru di lini tengah.

Kone memang bukan Rodri. Namun, Manchester City tidak harus mencari pemain yang persis sama. Mereka membutuhkan gelandang yang mampu membantu klub memasuki era baru setelah kepergian sang maestro asal Spanyol.

Dengan sejumlah target lain seperti Ayyoub Bouaddi, Adam Wharton, Alex Scott, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez yang juga masuk radar, jelas bahwa City sedang melakukan perombakan serius di lini tengah.

Kini pertanyaannya adalah apakah Manu Kone akan menjadi salah satu bagian utama dari revolusi tersebut.

Jika Manchester City berhasil mendatangkannya dengan harga yang tepat dan Maresca mampu memaksimalkan karakter permainannya, Kone berpotensi menjadi salah satu wajah baru lini tengah The Citizens setelah era Rodri berakhir.