Liverpool kembali mendapat sorotan setelah legenda klub, Steven Gerrard, mengidentifikasi satu masalah besar yang menurutnya belum benar-benar diselesaikan oleh The Reds.

Di tengah kesibukan Liverpool memperkuat lini depan, Gerrard justru melihat persoalan yang jauh lebih mendasar berada di sektor tengah.

Menurut mantan kapten Liverpool tersebut, klub masih membutuhkan seorang gelandang bertahan spesialis.

Posisi nomor enam dianggap menjadi salah satu titik yang sangat dirindukan sejak kepergian Fabinho.

Gerrard pun memberikan pesan tegas kepada pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola.

Jika Liverpool ingin kembali menjadi tim yang mampu bersaing di level tertinggi, mereka membutuhkan pemain yang benar-benar memahami pekerjaan sebagai gelandang bertahan.

Bukan sekadar pemain tengah serbabisa.

Bukan pemain yang bisa ditempatkan di posisi tersebut ketika keadaan memaksa.

Liverpool, menurut Gerrard, membutuhkan seorang spesialis.

Liverpool Sedang Membangun Era Baru

Musim 2026/27 menjadi awal dari era baru di Anfield.

Liverpool kini berada di bawah kepemimpinan Andoni Iraola setelah era Arne Slot berakhir.

Pergantian pelatih tentu membawa perubahan besar.

Iraola datang dengan reputasi sebagai pelatih yang mengutamakan sepak bola agresif, intens, dan penuh tekanan.

Gaya tersebut membuat Liverpool terlihat jauh lebih dinamis.

Namun, permainan agresif juga memiliki konsekuensi.

Ketika sebuah tim bermain dengan garis pertahanan tinggi dan banyak pemain bergerak maju, mereka membutuhkan satu pemain yang mampu menjaga keseimbangan.

Pemain tersebut biasanya adalah gelandang bertahan.

Dan menurut Gerrard, Liverpool belum memiliki sosok yang benar-benar ideal untuk menjalankan tugas itu.

Posisi yang Hilang Sejak Fabinho Pergi

Nama Fabinho menjadi bagian penting dalam pembahasan ini.

Ketika berada dalam performa terbaiknya, pemain Brasil tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pemutus serangan.

Ia menjadi fondasi permainan Liverpool.

Fabinho mampu membaca serangan sebelum berkembang.

Ia dapat menutup ruang di depan dua bek tengah.

Ia juga memiliki kemampuan melakukan tekel dan memenangkan duel.

Yang tidak kalah penting, Fabinho memahami kapan harus maju dan kapan harus bertahan.

Kualitas seperti itu sulit ditemukan.

Sejak Fabinho meninggalkan Liverpool pada 2023, klub belum menemukan pengganti yang benar-benar memiliki karakter serupa.

Liverpool memang memiliki sejumlah pemain yang bisa bermain di lini tengah.

Tetapi Gerrard menilai mereka bukan gelandang bertahan murni.

Liverpool Memiliki Banyak Gelandang, tetapi...

Persoalannya bukan karena Liverpool kekurangan pemain di lini tengah.

Justru sebaliknya.

Liverpool memiliki banyak pemain berkualitas.

Ada Ryan Gravenberch.

Ada Dominik Szoboszlai.

Ada Florian Wirtz.

Ada Alexis Mac Allister.

Namun, sebagian besar pemain tersebut memiliki kecenderungan lebih ofensif atau lebih nyaman memainkan peran sebagai penghubung permainan.

Mereka bisa bertahan.

Mereka bisa melakukan pressing.

Namun, menjalankan tugas sebagai nomor enam spesialis adalah sesuatu yang berbeda.

Seorang gelandang bertahan harus memiliki disiplin posisi yang sangat tinggi.

Ia harus selalu mengetahui posisi bola.

Ia harus membaca gerakan lawan.

Dan ia harus siap menjadi pemain pertama yang menghentikan serangan balik.

Masalah Ini Terlihat Ketika Liverpool Diserang Balik

Kekhawatiran Gerrard bukan tanpa alasan.

Pada awal musim ini, Liverpool menunjukkan kemampuan menyerang yang sangat menarik.

Namun, mereka juga terlihat rentan ketika kehilangan bola.

Pertandingan melawan Newcastle menjadi salah satu contoh.

Liverpool mampu bermain agresif, tetapi Newcastle beberapa kali berhasil mengeksploitasi ruang di belakang lini tengah.

Dua gol Newcastle bahkan lahir melalui situasi transisi cepat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Liverpool masih memiliki masalah dalam mengontrol area tengah ketika kehilangan penguasaan bola.

Iraola tentu harus segera menemukan solusi.

Sepak Bola Iraola Membutuhkan Penyeimbang

Gaya permainan Iraola sangat menuntut pemain.

Ia ingin timnya aktif menekan.

Ia ingin para pemain menyerang dengan cepat.

Ia juga ingin tim melakukan transisi secara agresif.

Namun, semakin banyak pemain yang berada di depan bola, semakin besar pula ruang yang harus dijaga ketika serangan gagal.

Di sinilah peran gelandang bertahan menjadi sangat penting.

Seorang nomor enam harus mampu menjadi rem darurat.

Ketika bek sayap maju, ia harus menutup ruang.

Ketika gelandang menyerang, ia harus tetap berada di belakang.

Ketika bola hilang, ia harus menjadi pemain yang pertama menghentikan serangan lawan.

Gerrard Tahu Betapa Pentingnya Posisi Ini

Sebagai mantan gelandang, Gerrard sangat memahami persoalan tersebut.

Sepanjang kariernya bersama Liverpool, ia bermain dalam berbagai peran.

Ia pernah menjadi gelandang tengah.

Gelandang serang.

Gelandang bertahan.

Bahkan sempat dimainkan lebih ke kanan.

Karena itu, Gerrard memahami perbedaan antara seorang gelandang yang bisa bertahan dan gelandang bertahan yang memang memiliki spesialisasi defensif.

Menurutnya, Liverpool membutuhkan tipe kedua.

Bukan Sekadar Pemain yang Bisa Menangani Bola

Gelandang bertahan modern bukan hanya soal melakukan tekel.

Pemain tersebut harus mampu membaca permainan.

Ia harus tahu kapan harus melakukan pelanggaran taktis.

Ia harus mampu melindungi bek tengah.

Ia juga harus menjadi titik awal ketika tim membangun serangan dari belakang.

Fabinho dulu menjalankan hampir seluruh fungsi tersebut.

Ketika Liverpool kehilangan bola, Fabinho sering berada di posisi yang tepat.

Ketika Liverpool menguasai bola, ia juga bisa menjadi jalur umpan pertama.

Karena itu, dampak kepergiannya tidak hanya terasa dalam statistik tekel.

Pengaruhnya jauh lebih besar.

Mac Allister Bisa Menjadi Solusi, tetapi...

Alexis Mac Allister merupakan salah satu pemain yang bisa ditempatkan di posisi nomor enam.

Ia memiliki kualitas teknik yang sangat baik.

Ia juga cerdas dalam membaca permainan.

Namun, memainkan Mac Allister sebagai gelandang bertahan secara penuh bukanlah solusi ideal menurut banyak pengamat.

Mac Allister tetap memiliki kecenderungan untuk bergerak dan terlibat dalam permainan ofensif.

Ia lebih cocok menjadi bagian dari struktur tengah yang fleksibel.

Jika Liverpool benar-benar membutuhkan pemain yang bertugas menjaga keseimbangan, mereka mungkin membutuhkan profil berbeda.

Gravenberch Lebih Ofensif

Ryan Gravenberch juga mengalami perkembangan luar biasa.

Ia memiliki kemampuan membawa bola.

Ia bisa membawa Liverpool keluar dari tekanan.

Ia memiliki fisik yang kuat.

Namun, karakter tersebut justru membuatnya lebih cocok sebagai gelandang progresif.

Gravenberch bisa membantu pertahanan, tetapi bukan berarti ia harus dijadikan gelandang bertahan utama.

Memaksanya bermain terlalu dalam dapat mengurangi kekuatan terbaiknya.

Szoboszlai dan Wirtz Juga Bukan Jawaban

Dominik Szoboszlai dan Florian Wirtz merupakan dua pemain yang memberikan kreativitas besar.

Keduanya sangat berharga ketika Liverpool menyerang.

Mereka dapat menciptakan peluang.

Mereka bisa melakukan pressing.

Namun, Liverpool tidak bisa mengandalkan mereka untuk menjadi pelindung utama pertahanan.

Jika terlalu banyak pemain kreatif berada di tengah, keseimbangan bisa terganggu.

Inilah alasan mengapa seorang spesialis nomor enam dibutuhkan.

Liverpool Justru Fokus Memperkuat Sayap

Hal yang menarik adalah aktivitas Liverpool di bursa transfer lebih banyak mengarah kepada sektor menyerang.

Klub sedang mengejar pemain sayap baru.

Bradley Barcola menjadi salah satu target besar Liverpool.

Kesepakatan dengan Paris Saint-Germain bahkan dilaporkan semakin dekat dan nilainya bisa mencapai sekitar £120 juta termasuk bonus.

Kehadiran Barcola tentu akan memperkuat lini depan.

Namun, Gerrard melihat bahwa persoalan Liverpool bukan hanya soal siapa yang mencetak gol.

Liverpool juga harus memikirkan bagaimana mereka mencegah lawan mencetak gol.

Menambah Winger Tidak Menyelesaikan Semua Masalah

Liverpool memiliki banyak opsi menyerang.

Alexander Isak menjadi salah satu tumpuan utama.

Cody Gakpo masih berada dalam skuad.

Victor Muñoz juga memberikan opsi baru.

Rio Ngumoha mulai mendapatkan perhatian.

Jika Barcola benar-benar datang, pilihan di sektor sayap semakin banyak.

Namun, jika masalah sebenarnya berada di keseimbangan lini tengah, penambahan pemain depan tidak akan menyelesaikan akar persoalan.

Inilah yang menjadi perhatian Gerrard.

Liverpool Harus Menemukan Keseimbangan

Sepak bola menyerang memang menarik.

Tetapi tim besar tidak bisa hanya bergantung pada kreativitas.

Mereka membutuhkan struktur.

Ketika kehilangan bola, semua pemain harus mengetahui apa yang harus dilakukan.

Dan pemain nomor enam biasanya menjadi pusat dari struktur tersebut.

Jika posisi tersebut kosong, lini belakang dapat terekspos.

Terutama ketika lawan memiliki penyerang cepat.

Transisi Menjadi Titik Lemah

Liverpool terlihat sangat berbahaya ketika menyerang.

Mereka mampu mengalirkan bola dengan cepat.

Namun, ketika serangan gagal, situasinya berubah.

Lawan bisa langsung mengirim bola ke ruang kosong.

Jika gelandang bertahan tidak berada di posisi yang tepat, bek tengah akan menghadapi situasi satu lawan satu.

Ini sangat berbahaya.

Terlebih Liverpool menggunakan pendekatan agresif di bawah Iraola.

Iraola Punya Tugas Berat

Pelatih asal Spanyol tersebut harus mencari formula terbaik.

Ia harus mempertahankan agresivitas Liverpool tanpa membuat pertahanan terlalu terbuka.

Salah satu cara adalah memperbaiki struktur pressing.

Cara lainnya adalah menambah pemain dengan kemampuan defensif.

Namun, menurut Gerrard, solusi paling jelas adalah mendatangkan gelandang bertahan spesialis.

Bukan Kritik terhadap Iraola

Pernyataan Gerrard tidak harus dipahami sebagai serangan kepada Iraola.

Justru sebaliknya.

Ia mengakui bahwa Iraola memiliki gaya permainan yang cocok dengan karakter Liverpool.

Namun, pelatih membutuhkan pemain yang tepat untuk menjalankan sistemnya.

Jika komposisi skuad tidak sesuai, sistem sebaik apa pun bisa mengalami masalah.

Karena itu, aktivitas transfer menjadi sangat penting.

Liverpool Tidak Boleh Mengulangi Kesalahan

Liverpool sudah pernah mencoba mencari pengganti Fabinho.

Nama-nama seperti Moises Caicedo dan Romeo Lavia pernah dikaitkan dengan klub.

Namun, kedua transfer tersebut tidak terwujud.

Caicedo akhirnya memilih Chelsea.

Lavia juga berlabuh ke Stamford Bridge.

Liverpool kemudian harus menggunakan pemain yang sudah tersedia.

Masalahnya, sampai sekarang posisi nomor enam belum benar-benar memiliki spesialis yang jelas.

Batas Waktu Bursa Transfer Semakin Dekat

Waktu Liverpool semakin sedikit.

Bursa transfer musim panas segera ditutup.

Jika Iraola memang menginginkan gelandang bertahan baru, keputusan harus dibuat sekarang.

Semakin dekat dengan deadline, semakin sulit mendapatkan pemain berkualitas.

Klub penjual juga memiliki posisi tawar lebih tinggi.

Liverpool tentu tidak ingin melakukan pembelian panik.

Namun, membiarkan masalah tersebut tanpa solusi juga berisiko.

Gerrard Ingin Liverpool Lebih Lengkap

Sebagai legenda klub, Gerrard tentu berharap Liverpool mampu kembali bersaing untuk trofi.

Ia tidak hanya melihat kualitas individu.

Ia melihat struktur keseluruhan.

Menurutnya, Liverpool memiliki banyak pemain menyerang berkualitas.

Mereka memiliki kreativitas.

Mereka memiliki kecepatan.

Mereka memiliki kedalaman di lini depan.

Namun, satu komponen penting masih hilang.

Seorang gelandang bertahan yang benar-benar spesialis.

Pemain Seperti Itu Bisa Mengubah Liverpool

Jika Liverpool berhasil mendatangkan pemain yang tepat, dampaknya bisa sangat besar.

Bek tengah akan mendapatkan perlindungan lebih baik.

Bek sayap bisa lebih bebas membantu serangan.

Gravenberch bisa bermain lebih maju.

Wirtz bisa mendapatkan kebebasan kreatif.

Szoboszlai bisa lebih fokus melakukan pressing.

Bahkan lini depan akan menjadi lebih efektif karena tim memiliki fondasi yang kuat di belakang mereka.

Nomor Enam Bisa Menjadi Kunci Musim Liverpool

Liverpool mungkin saja memiliki salah satu lini serang paling menarik di Premier League.

Namun, jika mereka terus kebobolan melalui serangan balik, ambisi besar mereka akan terganggu.

Karena itu, posisi nomor enam bisa menjadi kunci.

Bukan posisi yang paling mencolok.

Bukan pemain yang paling sering mencetak gol.

Tetapi perannya sangat penting.

Iraola Harus Mendengarkan Peringatan Ini

Andoni Iraola kini menghadapi pilihan.

Tetap menggunakan pemain yang ada dan mencoba memperbaiki sistem.

Atau meminta klub mendatangkan gelandang bertahan baru sebelum bursa transfer ditutup.

Pilihan pertama mungkin lebih mudah.

Namun, pilihan kedua berpotensi memberikan solusi jangka panjang.

Terlebih jika Liverpool benar-benar ingin bermain agresif sepanjang musim.

Liverpool Harus Belajar dari Pertandingan Newcastle

Hasil imbang melawan Newcastle menjadi peringatan.

Liverpool mampu mencetak dua gol.

Namun, mereka juga kebobolan dua gol.

Pertandingan tersebut memperlihatkan betapa cepat lawan bisa menghukum Liverpool ketika struktur pertahanan mereka terbuka.

Iraola tentu tidak ingin masalah tersebut berulang.

Barcola Bukan Satu-satunya Jawaban

Jika Liverpool berhasil mendapatkan Barcola, itu tentu menjadi berita besar.

Namun, transfer tersebut tidak otomatis menyelesaikan semua persoalan.

Barcola akan memberikan kecepatan dan kreativitas.

Tetapi Liverpool tetap membutuhkan pemain yang menjaga keseimbangan.

Inilah perbedaan antara memperkuat skuad dan memperbaiki struktur tim.

Masa Depan Liverpool Ditentukan oleh Keseimbangan

Liverpool memiliki ambisi besar.

Mereka ingin kembali menjadi salah satu kekuatan utama Inggris dan Eropa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka membutuhkan skuad yang lengkap.

Bukan hanya pemain depan.

Bukan hanya gelandang kreatif.

Bukan hanya bek tengah.

Semua bagian harus saling melengkapi.

Dan di mata Gerrard, bagian yang paling dirindukan saat ini adalah seorang gelandang bertahan spesialis.

Kesimpulan

Steven Gerrard memberikan peringatan penting kepada Liverpool dan Andoni Iraola menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas.

Menurut legenda The Reds tersebut, Liverpool masih memiliki kekosongan besar di posisi gelandang bertahan. Sosok yang dimaksud adalah pemain nomor enam murni, seorang spesialis yang mampu menjadi pelindung lini belakang sekaligus menjaga keseimbangan ketika tim menyerang.

Posisi tersebut disebut sangat dirindukan sejak Fabinho meninggalkan Liverpool pada 2023.

Liverpool memang mempunyai banyak gelandang berkualitas. Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, dan Alexis Mac Allister bisa memainkan peran penting. Namun, karakter mereka tidak sepenuhnya sama dengan gelandang bertahan spesialis yang dibutuhkan Liverpool.

Masalah tersebut semakin terlihat ketika Liverpool kehilangan bola. Gaya permainan Iraola yang agresif membuat The Reds sering menempatkan banyak pemain di area depan. Jika serangan gagal, ruang di belakang lini tengah bisa terbuka dan lawan dapat memanfaatkannya melalui serangan balik. Kekhawatiran tersebut sudah terlihat dalam pertandingan melawan Newcastle.

Menariknya, Liverpool justru sedang fokus memperkuat lini depan. Klub dilaporkan semakin dekat dengan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dalam kesepakatan yang bisa mencapai sekitar £120 juta termasuk bonus.

Transfer tersebut tentu akan meningkatkan kualitas serangan Liverpool.

Namun, Gerrard melihat persoalan yang lebih mendasar.

Liverpool membutuhkan keseimbangan.

Seorang gelandang bertahan yang tepat bisa memberikan kebebasan lebih besar kepada pemain kreatif, melindungi bek tengah, membantu bek sayap, dan menghentikan serangan balik sebelum berkembang menjadi ancaman.

Bagi Iraola, waktu untuk mengambil keputusan semakin sempit.

Jika Liverpool benar-benar ingin bermain dengan intensitas tinggi sepanjang musim, memiliki pemain yang mampu menjaga keseimbangan akan menjadi sangat penting.

Barcola mungkin bisa membuat Liverpool semakin mematikan ketika menyerang, tetapi tanpa seorang spesialis nomor enam, Iraola berisiko memiliki tim yang luar biasa tajam di depan namun rapuh ketika kehilangan bola. Dan menurut Steven Gerrard, inilah masalah besar yang harus segera diselesaikan Liverpool sebelum terlambat.