Roberto De Zerbi menolak untuk panik.

Tottenham Hotspur baru saja mendapatkan hasil mengecewakan ketika menjamu Newcastle United pada pekan kedua Premier League 2026/2027. Bermain di kandang sendiri, Spurs justru harus menerima kekalahan 0-2.

Hasil tersebut membuat Tottenham mengalami awal musim yang sangat buruk.

Dua pertandingan.

Dua kekalahan.

Nol poin.

Dan yang paling mengkhawatirkan, Tottenham belum mencetak satu gol pun di Premier League.

Namun, di tengah tekanan yang mulai meningkat, De Zerbi justru memberikan pesan yang sangat tegas kepada para pendukung.

Pelatih asal Italia tersebut meminta semua pihak tetap tenang.

Ia memastikan tidak ada kepanikan di dalam tim.

De Zerbi bahkan menegaskan bahwa dirinya mengetahui ke mana Tottenham sedang menuju dan seperti apa rencana yang sedang dibangun.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting setelah Spurs kembali gagal mendapatkan hasil positif.

Tottenham Kembali Terpuruk

Pertandingan melawan Newcastle sebenarnya memberikan harapan baru bagi Tottenham.

Setelah kalah telak 0-3 dari Brentford pada pertandingan pembuka, Spurs membutuhkan respons.

Mereka harus menunjukkan bahwa kekalahan tersebut hanya sebuah kesalahan awal.

Terlebih lagi, pertandingan melawan Newcastle dimainkan di Tottenham Hotspur Stadium.

Para pendukung berharap tim kesayangan mereka bangkit.

Namun, pertandingan justru berakhir dengan hasil yang sama mengecewakannya.

Newcastle menang 2-0.

Anthony Elanga dan Yoane Wissa menjadi pencetak gol bagi tim tamu.

Tottenham kembali gagal mencetak gol.

Kekalahan tersebut membuat Spurs berada di dasar klasemen sementara.

De Zerbi Menilai Hasil Pertandingan Tidak Adil

Meski mengakui kekecewaan, De Zerbi memiliki pandangan berbeda mengenai jalannya pertandingan.

Ia merasa skor 0-2 tidak sepenuhnya menggambarkan apa yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, Tottenham sebenarnya bermain lebih baik daripada Newcastle sebelum gol pertama tercipta.

De Zerbi menilai timnya memiliki sejumlah peluang.

Namun, masalah muncul ketika Tottenham harus mengambil keputusan di area akhir lapangan.

Para pemain tidak cukup tenang.

Mereka tidak mampu memilih keputusan terbaik ketika peluang mencetak gol muncul.

Inilah salah satu masalah yang menurut De Zerbi harus segera diperbaiki.

Masalah Bukan Hanya di Lini Depan

Banyak orang mungkin melihat masalah Tottenham sebagai persoalan ketajaman penyerang.

Namun, De Zerbi menilai persoalannya jauh lebih luas.

Ia juga menyoroti organisasi pertahanan.

Pada babak pertama, Tottenham kehilangan penguasaan bola karena cara mereka bertahan tidak cukup baik.

Jarak antara pemain bertahan dan pemain depan terlalu jauh.

Kondisi tersebut membuat struktur tim menjadi tidak seimbang.

Ketika kehilangan bola, Tottenham tidak bisa segera melakukan tekanan.

Akibatnya, Newcastle mendapatkan ruang.

Menurut De Zerbi, aspek tersebut harus diperbaiki.

Tottenham Sebenarnya Memiliki Peluang

De Zerbi tidak ingin para pemainnya merasa bahwa mereka tidak mampu menciptakan peluang.

Menurut sang pelatih, Tottenham sebenarnya berhasil menghasilkan sejumlah kesempatan.

Terutama pada awal babak kedua.

Masalahnya adalah keputusan terakhir.

Pemain harus memilih apakah melakukan tembakan, memberikan umpan, atau membawa bola lebih jauh.

Kesalahan kecil dalam keputusan tersebut dapat menentukan hasil pertandingan.

Dan itulah yang terjadi.

Tottenham memiliki momen.

Namun, mereka tidak mampu mengubahnya menjadi gol.

Gol Newcastle Mengubah Segalanya

Situasi pertandingan berubah setelah Newcastle mencetak gol pertama.

Tottenham yang sebelumnya masih terlihat percaya diri mulai kehilangan keseimbangan.

Newcastle menjadi lebih nyaman.

Tim tamu bisa bermain dengan pendekatan yang lebih pragmatis.

Tottenham dipaksa menyerang.

Hal tersebut justru membuka ruang bagi Newcastle.

Setelah itu, gol kedua membuat pertandingan semakin sulit bagi Spurs.

Pada akhirnya, Newcastle pulang membawa tiga poin.

Tottenham kembali kehilangan semuanya.

Rekor Buruk Setelah 52 Tahun

Kekalahan tersebut memiliki konsekuensi lain.

Tottenham kini mengulangi catatan buruk yang terakhir terjadi lebih dari lima dekade lalu.

Spurs untuk pertama kalinya sejak musim 1974/1975 kalah dalam dua pertandingan pembuka liga tanpa mencetak gol.

Catatan tersebut tentu membuat situasi semakin mengkhawatirkan.

Namun, De Zerbi tidak ingin menjadikan sejarah tersebut sebagai alasan untuk panik.

Ia lebih memilih fokus pada proses.

“Tidak Ada Kepanikan”

Pesan utama De Zerbi sangat jelas.

Tidak ada kepanikan.

Ia mengetahui arah yang ingin dituju.

Ia juga mengetahui rencana yang sedang dibangun.

Menurutnya, Tottenham sedang berada dalam proses membentuk sebuah tim baru.

Skuad mengalami perubahan besar.

Banyak pemain baru datang.

Para pemain harus memahami filosofi permainan yang baru.

Dan proses tersebut membutuhkan waktu.

De Zerbi meminta para pendukung untuk memberikan kesempatan kepada timnya.

Tottenham Menghabiskan Banyak Uang

Optimisme De Zerbi tentu memiliki alasan.

Tottenham memberikan dukungan besar kepadanya di bursa transfer musim panas.

Klub telah mengeluarkan lebih dari £350 juta untuk memperkuat skuad.

Sejumlah pemain penting didatangkan.

Savio datang dari Manchester City.

Omar Marmoush juga bergabung dari klub yang sama.

Sandro Tonali menjadi salah satu tambahan besar di lini tengah.

Mateus Fernandes turut memperkuat skuad.

Jan Paul van Hecke juga didatangkan untuk membantu sektor pertahanan.

Artinya, Tottenham memang sedang melakukan pembangunan besar-besaran.

De Zerbi Mendapatkan Tim yang Diinginkannya

Sebelum musim dimulai, De Zerbi sudah menyampaikan keinginan untuk mendapatkan skuad yang sesuai dengan filosofinya.

Klub kemudian memberikan dukungan.

Mereka mengeluarkan dana besar.

Namun, investasi tersebut tidak langsung menghasilkan kemenangan.

Kekalahan 3-0 dari Brentford menjadi pukulan pertama.

Kekalahan 0-2 dari Newcastle menjadi pukulan kedua.

Tetapi De Zerbi tetap percaya bahwa hasil awal tersebut tidak boleh membuat klub meninggalkan rencana.

Membangun Tim Tidak Bisa Dilakukan dalam Semalam

Salah satu pesan utama De Zerbi adalah kebutuhan akan waktu.

Pemain baru harus saling memahami.

Mereka harus mengetahui pergerakan masing-masing.

Mereka harus memahami kapan harus melakukan tekanan.

Mereka juga harus mengetahui bagaimana membangun serangan.

Semua hal tersebut membutuhkan latihan.

De Zerbi percaya bahwa jika para pemain terus bekerja, perkembangan akan datang.

“Kami Harus Menjadi Sebuah Tim”

De Zerbi ingin Tottenham tidak hanya memiliki kumpulan pemain berkualitas.

Ia ingin membangun sebuah tim.

Perbedaan keduanya sangat besar.

Sekumpulan pemain hebat belum tentu menjadi tim yang bagus.

Mereka harus memiliki koneksi.

Mereka harus memiliki pemahaman.

Mereka harus memiliki mentalitas yang sama.

Dan itulah pekerjaan besar De Zerbi saat ini.

Fans Mulai Kehilangan Kesabaran

Namun, masalahnya adalah kesabaran pendukung.

Tottenham sudah mengalami musim yang sangat buruk sebelumnya.

Mereka bahkan baru memastikan diri lolos dari ancaman degradasi pada pertandingan terakhir musim lalu.

Karena itu, para pendukung tentu berharap musim ini menjadi titik balik.

Klub kemudian menghabiskan lebih dari £300 juta.

Ekspektasi otomatis meningkat.

Tetapi dua kekalahan beruntun justru membuat kekhawatiran kembali muncul.

De Zerbi Memahami Kekecewaan Fans

De Zerbi tidak menutup mata terhadap situasi tersebut.

Ia mengaku kecewa.

Ia juga memahami kekecewaan para pendukung.

Namun, ia meminta fans tetap percaya.

Pelatih tersebut tidak ingin hubungan antara tim dan pendukung semakin renggang.

Ia menyadari bahwa dukungan dari tribun sangat penting.

Terutama ketika sebuah tim sedang membangun identitas baru.

Tottenham Harus Menemukan Koneksi

Menurut De Zerbi, salah satu pekerjaan terbesar saat ini adalah menemukan koneksi antarpemain.

Ini menjadi masalah yang sangat jelas ketika melawan Newcastle.

Para pemain terlihat belum sepenuhnya memahami satu sama lain.

Serangan kadang terlalu lambat.

Pemain depan dan lini tengah belum selalu berada pada gelombang yang sama.

Ketika kehilangan bola, jarak antarlini juga terlalu besar.

Semua itu membutuhkan perbaikan.

Kualitas Individu Belum Cukup

Tottenham memiliki banyak pemain berkualitas.

Tetapi kualitas individu saja tidak menjamin kemenangan.

Sandro Tonali memiliki pengalaman besar.

Savio memiliki kemampuan teknis.

Omar Marmoush juga memiliki kecepatan dan kreativitas.

Namun, jika mereka tidak terhubung dalam satu sistem, kemampuan tersebut tidak akan maksimal.

De Zerbi harus menemukan formula yang tepat.

Masalah Mental Juga Menjadi Perhatian

Kondisi Tottenham bukan hanya masalah taktik.

Mentalitas juga menjadi faktor penting.

Ketika Newcastle mencetak gol, Tottenham terlihat kesulitan merespons.

Tim seperti kehilangan momentum.

Ini adalah persoalan yang harus diperbaiki.

De Zerbi harus memastikan pemain tidak langsung kehilangan kepercayaan diri setelah kebobolan.

Dalam pertandingan sepak bola, tim besar harus mampu bangkit setelah tertinggal.

Newcastle Menunjukkan Sebaliknya

Newcastle memberikan contoh yang berbeda.

Mereka tidak panik.

Mereka menunggu kesempatan.

Ketika peluang datang, mereka memanfaatkannya.

Setelah unggul, mereka tetap disiplin.

Itulah yang membuat Newcastle mampu mengamankan kemenangan.

Tottenham harus belajar dari hal tersebut.

De Zerbi Tidak Mau Menyerah

Meski mendapatkan tekanan, De Zerbi tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerah.

Ia percaya pada proyek yang sedang dibangun.

Ia percaya kepada para pemain.

Dan ia percaya kepada proses latihan.

Bagi De Zerbi, perkembangan tidak terjadi dalam satu pertandingan.

Tim harus berkembang sedikit demi sedikit.

Hari demi hari.

Latihan demi latihan.

Pertandingan demi pertandingan.

“Kami Akan Mengubah Cerita Tottenham”

Janji De Zerbi kepada pendukung juga cukup berani.

Ia percaya bahwa ketika Tottenham sudah benar-benar menjadi sebuah tim, mereka bisa mengubah cerita dua musim terakhir.

Pernyataan tersebut menunjukkan ambisinya.

Ia tidak ingin Tottenham kembali menjadi tim yang berjuang di papan bawah.

Ia ingin Spurs menjadi tim yang memiliki identitas dan mampu bersaing.

Namun, untuk mencapai itu, pekerjaan yang harus dilakukan masih sangat banyak.

Tantangan Berikutnya Semakin Berat

Tottenham tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan.

Pertandingan berikutnya sudah menunggu.

Spurs akan menghadapi Nottingham Forest pada 5 September.

Lawan tersebut bukan lawan mudah.

Forest datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mendapatkan hasil imbang 2-2 ketika bertandang ke Anfield menghadapi Liverpool.

Artinya, Tottenham akan kembali menghadapi tim yang sedang berada dalam momentum positif.

Forest Bisa Menjadi Ujian Besar

Pertandingan melawan Forest akan menunjukkan apakah Tottenham benar-benar mulai berkembang.

Jika Spurs menang, tekanan akan berkurang.

Pemain mendapatkan kepercayaan diri.

Fans juga akan kembali percaya.

Namun, jika Tottenham kembali kalah, suara-suara yang mempertanyakan De Zerbi akan semakin keras.

Karena itu, laga berikutnya memiliki arti sangat besar.

De Zerbi Harus Menemukan Gol

Salah satu tugas paling mendesak adalah menghentikan paceklik gol.

Dua pertandingan.

Nol gol.

Itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama.

Tottenham membutuhkan pemain depan yang mampu mencetak gol.

Namun, gol tidak hanya menjadi tanggung jawab striker.

Gelandang harus menciptakan peluang.

Bek harus membantu melalui situasi bola mati.

Pemain sayap harus memberikan umpan berkualitas.

Seluruh tim harus bekerja.

Kehadiran Pemain Baru Harus Mulai Terlihat

Investasi besar Tottenham juga harus mulai menunjukkan hasil.

Savio dan Marmoush didatangkan untuk memperkuat lini serang.

Tonali diharapkan memberikan kualitas dan pengalaman di lini tengah.

Pemain baru lainnya juga harus segera beradaptasi.

Jika proses tersebut berjalan dengan baik, Tottenham bisa menjadi tim yang berbeda.

De Zerbi Masih Memiliki Kepercayaan Diri

Yang menarik adalah De Zerbi tidak kehilangan keyakinannya.

Kekalahan dua kali tidak membuatnya mengubah pandangan.

Ia tetap yakin dengan rencana.

Ia juga tidak menyalahkan para pemain.

Sebaliknya, ia menekankan pentingnya latihan.

Menurutnya, jika seseorang percaya pada kerja keras dan latihan, maka perkembangan akan datang setiap hari.

Para Pemain Harus Menjawab

Kini giliran pemain memberikan respons.

Pelatih sudah memberikan keyakinan.

Manajemen sudah memberikan dukungan finansial.

Pendukung juga masih menunggu.

Pemain harus menunjukkan bahwa mereka pantas mendapatkan kepercayaan tersebut.

Mereka harus berani.

Mereka harus lebih tenang.

Dan mereka harus menunjukkan karakter.

Tidak Ada Waktu untuk Panik

De Zerbi benar dalam satu hal.

Musim masih sangat panjang.

Dua pertandingan tidak menentukan segalanya.

Tottenham masih memiliki puluhan pertandingan.

Masih ada kesempatan memperbaiki posisi.

Masih ada waktu membangun chemistry.

Masih ada kesempatan mencetak gol.

Tetapi tidak ada alasan untuk mengabaikan masalah yang sudah terlihat.

Kesimpulan

Roberto De Zerbi memilih tetap tenang setelah Tottenham Hotspur kembali mengalami kekalahan di Premier League. Spurs takluk 0-2 dari Newcastle United di kandang sendiri dan kini menelan dua kekalahan dalam dua pertandingan pertama musim 2026/2027. Lebih buruk lagi, Tottenham belum mencetak satu gol pun di liga.

Kekalahan tersebut membuat Tottenham mengulang catatan buruk yang terakhir kali terjadi pada musim 1974/1975. Untuk pertama kalinya dalam 52 tahun, Spurs kalah dalam dua pertandingan pembuka liga tanpa mampu mencetak gol.

Namun, De Zerbi menolak untuk panik.

Sang pelatih menilai Tottenham sebenarnya bermain lebih baik daripada Newcastle sebelum gol pertama tercipta. Ia mengakui timnya memiliki peluang, tetapi keputusan di sepertiga akhir lapangan masih buruk.

De Zerbi juga menyoroti persoalan pertahanan.

Jarak antara pemain belakang dan pemain depan terlalu jauh sehingga membuat struktur permainan Tottenham tidak ideal.

Tetapi sang pelatih percaya semuanya masih bisa diperbaiki.

Tottenham memang sedang berada dalam fase perubahan besar.

Klub menghabiskan lebih dari £350 juta untuk memperkuat skuad pada musim panas ini.

Savio, Omar Marmoush, Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Jan Paul van Hecke dan sejumlah pemain lainnya didatangkan untuk membentuk skuad baru.

Karena itu, De Zerbi meminta waktu.

Ia ingin pemain-pemain tersebut menemukan koneksi.

Ia ingin mereka memahami sistem.

Dan yang paling penting, ia ingin Tottenham benar-benar menjadi sebuah tim.

Pesannya kepada pendukung sangat jelas.

Tidak ada kepanikan.

De Zerbi tahu ke mana Tottenham ingin pergi.

Ia tahu apa yang harus dilakukan.

Dan ia percaya kerja keras akan membawa perubahan.

Namun, keyakinan tersebut harus segera dibuktikan.

Pertandingan berikutnya melawan Nottingham Forest akan menjadi kesempatan pertama bagi Tottenham untuk menunjukkan bahwa ucapan De Zerbi bukan sekadar janji.

Jika Spurs berhasil menang, suasana dapat berubah secara drastis.

Tetapi jika mereka kembali gagal, tekanan akan semakin besar.

Tottenham sudah mengeluarkan ratusan juta pound.

Kini mereka membutuhkan hasil.

Mereka membutuhkan gol.

Mereka membutuhkan kemenangan.

Dan mereka membutuhkan mentalitas yang lebih kuat.

De Zerbi mungkin belum panik. Tetapi waktu untuk membuktikan bahwa proyek besarnya di Tottenham benar-benar berjalan sudah dimulai. Para pemain harus segera menjawab kepercayaan sang pelatih, karena satu hal sudah pasti: janji tanpa hasil tidak akan cukup untuk membuat para pendukung Spurs terus bersabar.