Borussia Dortmund mulai mengambil langkah penting untuk membangun fondasi klub dalam jangka panjang. Di tengah persaingan ketat Bundesliga dan tuntutan untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Jerman, manajemen BVB disebut sedang mengarahkan perhatian kepada tiga sosok penting di jajaran petinggi klub.
Menurut laporan yang dikutip GOAL dari Sport Bild, tiga direktur pelaksana Borussia Dortmund, yakni Lars Ricken, Carsten Cramer, dan Thomas Treß, berpeluang mendapatkan perpanjangan kontrak dalam waktu dekat. Ketiganya saat ini memiliki kontrak yang berlaku hingga akhir musim.
Kabar tersebut menjadi menarik karena ketiga sosok itu memegang bidang yang berbeda namun saling berkaitan dalam operasional Borussia Dortmund. Ricken bertanggung jawab terhadap sektor olahraga, Cramer menangani pemasaran, sedangkan Treß memimpin urusan keuangan.
Dengan demikian, jika perpanjangan tersebut benar-benar terealisasi, Dortmund bukan hanya mempertahankan tiga pejabat penting. Klub juga akan mempertahankan kesinambungan struktur manajemen ketika mereka sedang berusaha membangun kembali skuad yang lebih muda sekaligus kompetitif.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa BVB tidak hanya memikirkan transfer pemain. Klub juga sedang berusaha memastikan struktur di balik layar tetap stabil.
Lars Ricken menjadi salah satu nama yang paling mendapat perhatian. Mantan pemain Dortmund tersebut kini memiliki posisi penting dalam menentukan arah olahraga klub. Masa depannya juga disebut menjadi faktor yang berkaitan dengan pembicaraan kontrak pelatih Niko Kovac.
Hans-Joachim Watzke, yang kini menjabat sebagai presiden Dortmund setelah sebelumnya menjadi salah satu tokoh sentral dalam manajemen klub, memberikan gambaran positif mengenai kerja sama di internal klub.
Watzke mengatakan dirinya mendapatkan kesan bahwa seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kovac, bekerja dengan sangat terarah. Ia juga mengakui bahwa diskusi internal di Dortmund tidak selalu berlangsung tanpa perbedaan pendapat.
Namun, menurut Watzke, adanya perdebatan justru merupakan bagian yang ia sukai dari proses pengambilan keputusan di klub.
Komentar tersebut menjadi penting karena menunjukkan bahwa Dortmund ingin mempertahankan struktur kerja yang ada. Di tengah perubahan komposisi skuad dan tantangan untuk meningkatkan prestasi, kesinambungan manajemen dianggap menjadi salah satu faktor penting.
Pembicaraan mengenai kontrak baru Kovac juga berpotensi menyusul. Namun, menurut laporan Goal, pembahasan mengenai masa depan sang pelatih bisa dilakukan setelah status Ricken terlebih dahulu dipastikan.
Artinya, Dortmund tampaknya ingin menyelesaikan persoalan struktur olahraga sebelum mengambil langkah berikutnya terhadap posisi pelatih.
Kovac sendiri memiliki tugas besar. Borussia Dortmund ingin kembali bersaing secara konsisten di papan atas Bundesliga dan tampil kompetitif di Eropa. Untuk mencapai target tersebut, kesinambungan antara jajaran manajemen, direktur olahraga, dan pelatih menjadi sangat penting.
Menariknya, kabar soal perpanjangan kontrak di jajaran manajemen muncul ketika Dortmund juga tengah membangun skuad yang relatif lebih muda.
BVB memang telah melakukan sejumlah perubahan terhadap komposisi tim. Karena itu, keberadaan pemain berpengalaman dan sosok yang dapat menjadi fondasi jangka panjang tetap dibutuhkan.
Sebelumnya, Dortmund juga sudah menunjukkan keseriusan dalam mempertahankan beberapa pemain penting. Nico Schlotterbeck, misalnya, menandatangani perpanjangan kontrak yang membuatnya bertahan di Dortmund hingga 2031. Bek tersebut menyebut keputusan itu diambil setelah melalui proses pembicaraan yang matang dengan klub.
Emre Can juga mendapatkan perpanjangan kontrak hingga Juni 2027 meskipun mengalami cedera serius. Dortmund menilai perannya sebagai kapten dan pemimpin di ruang ganti tetap penting bagi tim.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan pola yang cukup jelas. Dortmund tidak hanya mengejar pemain muda untuk masa depan, tetapi juga berusaha mempertahankan elemen yang dianggap mampu menjaga keseimbangan dalam skuad.
Di level manajemen, situasi serupa tampaknya sedang dilakukan melalui rencana memperpanjang kontrak Ricken, Cramer, dan Treß.
Sementara itu, kabar mengenai Cole Campbell juga menjadi bagian menarik dari perkembangan terbaru Dortmund.
Campbell merupakan salah satu pemain muda yang pernah digadang-gadang sebagai calon talenta masa depan BVB. Penyerang tersebut menembus tim utama Dortmund pada Oktober 2024 ketika usianya baru 18 tahun.
Saat itu, masa depannya terlihat menjanjikan. Ia merupakan produk akademi Dortmund dan dianggap memiliki jalur untuk berkembang menjadi salah satu pemain muda berikutnya yang mampu menembus tim utama.
Namun, perjalanan Campbell ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Hingga musim dingin 2025, ia hanya mencatatkan tujuh penampilan singkat bersama Dortmund. Campbell kemudian ingin dipinjamkan pada musim panas 2025 agar mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Namun, permintaan tersebut tidak langsung mendapatkan persetujuan.
Baru pada Januari 2026 Campbell bergabung dengan Hoffenheim dengan status pinjaman. Periode tersebut juga tidak berjalan sesuai harapan karena ia kesulitan mendapatkan kesempatan bermain yang diinginkan.
Pada musim panas 2026, Campbell akhirnya meninggalkan Dortmund secara permanen. Ia bergabung dengan SV Elversberg dengan biaya transfer sekitar enam juta euro dan menjadi salah satu rekrutan termahal dalam sejarah klub tersebut.
Bagi Campbell, kepindahan tersebut bukan sekadar perubahan klub. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk membangun kembali karier dan mendapatkan peran yang lebih besar.
Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat yang juga dihadiri GOAL USA, Campbell berbicara terbuka mengenai periode sulit yang ia alami selama beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan bahwa ketika pertama kali menembus tim utama Dortmund, dirinya berpikir semuanya akan berjalan sesuai rencana. Namun, perjalanan kariernya ternyata mengambil arah berbeda.
Campbell bahkan mengatakan bahwa dirinya sekarang memiliki pola pikir yang berbeda dibandingkan hampir dua tahun sebelumnya.
Menurutnya, berbagai kesulitan yang dialami selama 22 bulan terakhir justru memberikan pelajaran yang mungkin tidak akan didapatkan jika kariernya berjalan mulus.
Pengalaman tersebut, kata Campbell, membantu mengubah pola pikir sekaligus memperkuat karakternya.
Itulah alasan mengapa ia memandang kepindahan ke Elversberg sebagai langkah penting.
Campbell menginginkan satu hal yang sangat sederhana tetapi penting bagi pemain muda: kesempatan bermain secara reguler.
Di Dortmund, persaingan di tim utama membuat peluang tersebut sulit didapatkan. Sementara di Elversberg, ia berharap dapat mengambil peran yang jauh lebih besar.
Bagi pemain yang masih berada dalam tahap perkembangan, menit bermain menjadi faktor penting. Bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan memahami tuntutan sepak bola senior.
Campbell sekarang harus membuktikan bahwa dirinya mampu mengubah pengalaman pahit di Dortmund menjadi modal untuk berkembang di klub barunya.
Selain Campbell, kabar lain yang berkaitan dengan mantan pemain Dortmund datang dari Axel Witsel.
Mantan gelandang BVB tersebut baru saja mengumumkan pensiun dari tim nasional Belgia setelah menjalani karier internasional selama 19 tahun.
Witsel, yang kini bermain untuk OGC Nice, mengakhiri karier internasionalnya setelah mencatatkan 140 penampilan untuk Belgia.
Laga terakhirnya terjadi pada Piala Dunia 2026 ketika Belgia menghadapi Spanyol di perempat final. Belgia kalah 1-2 dan perjalanan mereka di turnamen tersebut berakhir.
Witsel menjadi salah satu pemain penting generasi emas Belgia. Ia pernah bermain untuk Dortmund pada periode 2018 hingga 2022 dan mencatatkan banyak pertandingan bersama klub Bundesliga tersebut.
Dengan 140 caps, Witsel menjadi pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak kedua dalam sejarah Belgia, hanya berada di belakang Jan Vertonghen yang mengoleksi 157 penampilan.
Kini, fokus Witsel beralih sepenuhnya ke level klub.
Sementara bagi Dortmund, perhatian utama tetap tertuju pada masa depan organisasi dan skuad.
Rencana memperpanjang kontrak tiga direktur pelaksana menunjukkan bahwa BVB ingin menjaga stabilitas di level manajemen. Ricken, Cramer, dan Treß masing-masing memiliki tanggung jawab berbeda, tetapi semuanya berperan dalam menentukan arah klub.
Ricken sangat penting dalam urusan olahraga. Cramer berkaitan dengan sisi komersial dan pemasaran, sedangkan Treß memegang kendali terhadap sektor keuangan.
Jika ketiganya bertahan, Dortmund dapat mempertahankan kesinambungan dalam proses pengambilan keputusan ketika klub memasuki fase penting pembangunan jangka panjang.
Masa depan Kovac juga menjadi bagian dari teka-teki tersebut.
Jika kontrak Ricken sudah dipastikan, pembicaraan mengenai masa depan Kovac dapat berkembang lebih lanjut. Klub tentu perlu memastikan bahwa pelatih dan jajaran olahraga memiliki visi yang sama mengenai arah tim.
Dortmund saat ini tidak hanya membutuhkan hasil jangka pendek. Mereka juga perlu membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten dalam beberapa musim ke depan.
Perjalanan musim ini masih panjang. Salah satu pertandingan berikutnya yang sudah menunggu adalah lawatan Dortmund ke markas VfB Stuttgart pada 19 September.
Pertandingan tersebut akan menjadi bagian penting dari perjalanan BVB di Bundesliga. Setelah itu, mereka juga memiliki sejumlah agenda lain, termasuk pertandingan Liga Champions melawan Bodø/Glimt pada Oktober.
Jadwal yang padat membuat stabilitas menjadi semakin penting. Klub harus mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan hasil, perkembangan pemain muda, kondisi finansial, serta perencanaan jangka panjang.
Karena itu, kabar mengenai tiga perpanjangan kontrak di jajaran direktur Dortmund tidak bisa dianggap sekadar persoalan administratif.
Jika benar terealisasi, langkah tersebut akan menunjukkan bahwa BVB memilih mempertahankan struktur yang sudah berjalan sambil terus melakukan penyesuaian terhadap skuad.
Dortmund juga telah memperlihatkan bahwa mereka bersedia mempertahankan pemain yang dianggap penting bagi proyek klub. Schlotterbeck bertahan hingga 2031, sementara Emre Can mendapatkan tambahan kontrak hingga 2027.
Kini, fokusnya berada di ruang manajemen.
Lars Ricken, Carsten Cramer, dan Thomas Treß berpeluang menjadi tiga nama berikutnya yang mendapatkan kepastian masa depan di Dortmund. Setelah itu, perhatian dapat bergeser kepada Niko Kovac dan bagaimana klub akan menentukan arah proyek olahraga dalam beberapa musim mendatang.
Bagi Dortmund, stabilitas bukan berarti berhenti melakukan perubahan. Justru sebaliknya, klub tampaknya ingin memastikan perubahan yang dilakukan memiliki fondasi yang kuat.
Cole Campbell menjadi contoh bahwa tidak semua talenta muda akan berkembang dengan jalur yang sama. Ada pemain yang membutuhkan waktu, lingkungan berbeda, serta menit bermain lebih banyak sebelum menemukan bentuk terbaiknya.
Sementara itu, pemain seperti Schlotterbeck dan Can menunjukkan pentingnya mempertahankan figur yang sudah memahami kultur klub.
Di level manajemen, Dortmund tampaknya ingin melakukan hal yang sama.
Tiga perpanjangan kontrak yang sedang mengarah ke Ricken, Cramer, dan Treß dapat menjadi bagian dari upaya BVB menjaga kesinambungan klub. Setelah keputusan tersebut dibuat, masa depan Kovac dan arah proyek olahraga Dortmund akan menjadi perhatian berikutnya.
Musim baru saja berjalan, tetapi Dortmund sudah mulai menyusun fondasi untuk masa depan. Dan jika semua rencana tersebut berjalan sesuai harapan, BVB akan memasuki fase berikutnya dengan struktur yang lebih stabil, skuad yang semakin matang, serta ambisi besar untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Jerman dan Eropa.
