Chelsea menunjukkan mentalitas luar biasa dalam pertandingan penuh drama melawan Leeds United di Stamford Bridge. Sempat berada dalam situasi yang sangat sulit setelah tertinggal dua gol, The Blues mampu membalikkan keadaan dengan cara yang spektakuler. Sembilan gol tercipta dalam pertandingan ini dan Chelsea akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 6-3.
Pertandingan babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 tersebut benar-benar menjadi tontonan yang sulit dilupakan. Leeds sempat membuat publik Stamford Bridge terdiam lewat dua gol yang membawa mereka unggul 2-0. Chelsea bahkan terlihat kehilangan kendali permainan pada beberapa momen.
Namun semuanya berubah setelah Cole Palmer mencetak gol dari titik penalti. Gol tersebut menjadi awal dari kebangkitan besar Chelsea. Hanya dalam waktu singkat, skor berbalik menjadi 3-2 untuk tuan rumah. Pedro Neto kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor sebelum Danny Welbeck memperlebar keunggulan.
Leeds sempat memberikan perlawanan dan memperkecil skor menjadi 4-3 melalui Dominic Calvert-Lewin. Akan tetapi, Chelsea tidak membiarkan lawannya mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Valentin Barco kembali membuat jarak menjadi dua gol sebelum Welbeck memastikan kemenangan 6-3 melalui gol keduanya pada masa tambahan waktu.
Dengan hasil tersebut, Chelsea menjadi salah satu tim yang melangkah ke babak berikutnya Carabao Cup, sedangkan Leeds harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi tersebut.
Leeds Membuat Stamford Bridge Terdiam
Sejak awal pertandingan, Chelsea sebenarnya berusaha mengambil kendali permainan. Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Xabi Alonso lebih banyak menguasai bola dan mencoba membangun serangan dari lini belakang.
Namun dominasi penguasaan bola tidak langsung menghasilkan gol. Chelsea justru beberapa kali melakukan kesalahan ketika memasuki area pertahanan Leeds. Tim tamu tampil cukup disiplin dalam menjaga jarak antarpemain dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Peluang pertama Chelsea datang melalui Jamie Gittens pada menit ke-10. Sang pemain mencoba melepaskan tembakan yang sebenarnya cukup menjanjikan, tetapi kiper Leeds mampu membaca arah bola dengan baik.
Leeds kemudian semakin percaya diri. Mereka tidak terburu-buru untuk bermain terbuka dan justru memanfaatkan setiap kesempatan bola mati maupun transisi untuk memberikan tekanan.
Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-23.
Harry Wilson mengambil tendangan sudut dan mengirimkan bola ke area berbahaya. Tarik Muharemovic berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah gawang Chelsea.
Bola masuk.
Chelsea tertinggal 0-1.
Gol tersebut membuat Leeds semakin nyaman. Chelsea memang masih memegang kendali dalam hal penguasaan bola, tetapi serangan mereka tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan lawan.
Sementara itu, Leeds mulai menunjukkan keberanian lebih besar untuk keluar menyerang.
Hingga babak pertama berakhir, Chelsea tidak mampu menemukan jawaban. Skor 0-1 bertahan dan tekanan semakin besar berada di pundak para pemain tuan rumah.
Chelsea Malah Semakin Terpuruk
Jika Chelsea berharap situasi membaik setelah turun minum, kenyataan justru sebaliknya.
Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Leeds kembali mencetak gol.
Lucas Nmecha berhasil memberikan bola kepada Brenden Aaronson yang berada dalam posisi cukup bebas. Aaronson kemudian melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan kiper Chelsea.
Stamford Bridge kembali terdiam.
Chelsea tertinggal 0-2.
Dalam kondisi tersebut, pertandingan tampak semakin sulit bagi pasukan Xabi Alonso. Mereka harus mencetak setidaknya dua gol hanya untuk menyamakan kedudukan, sementara Leeds sedang berada dalam momentum yang sangat bagus.
Namun justru pada saat itulah mentalitas Chelsea mulai terlihat.
The Blues tidak menyerah.
Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mulai lebih agresif memasuki kotak penalti Leeds. Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan sebuah penalti.
Chavarria dijatuhkan di dalam kotak terlarang setelah mendapat tekanan dari pemain Leeds. Wasit menunjuk titik putih dan memberikan kesempatan emas bagi Chelsea untuk memperkecil ketertinggalan.
Cole Palmer maju sebagai eksekutor.
Dengan tenang, Palmer menjalankan tugasnya dan mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut seolah menjadi tombol yang menghidupkan kembali Chelsea.
Tidak membutuhkan waktu lama, Palmer kembali mencetak gol.
Hanya sekitar dua menit setelah gol penalti tersebut, Palmer menerima ruang di sekitar garis kotak penalti. Ia kemudian melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke sudut gawang Leeds.
Gol!
Skor berubah menjadi 2-2.
Apa yang sebelumnya terlihat seperti pertandingan yang hampir berada di luar kendali Chelsea kini berubah menjadi laga yang sama sekali berbeda.
Leeds mulai panik.
Chelsea justru semakin percaya diri.
Dari 0-2 Menjadi 3-2
Kebangkitan Chelsea semakin lengkap beberapa menit kemudian.
Morgan Rogers memainkan peran penting dalam proses gol berikutnya. Umpannya berhasil menemukan Pedro Neto, yang kemudian mengambil keputusan untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Tembakan Neto melengkung dengan sempurna menuju sudut kanan bawah gawang Leeds.
Kiper Leeds tidak mampu menjangkaunya.
Chelsea berbalik unggul 3-2.
Dalam rentang waktu yang sangat singkat, Chelsea berhasil mengubah keadaan dari tertinggal dua gol menjadi unggul satu gol.
Stamford Bridge yang sebelumnya sempat diliputi kecemasan kini berubah menjadi lautan sorak-sorai.
Para pemain Chelsea semakin percaya diri. Mereka terus menekan Leeds dan memaksa tim tamu bertahan semakin dalam.
Leeds yang sebelumnya tampil begitu nyaman mulai kehilangan kendali.
Chelsea kemudian kembali menemukan celah.
Morgan Rogers sekali lagi terlibat dalam serangan. Dari sisi kiri, ia memberikan bola kepada Danny Welbeck yang berada di dalam kotak penalti.
Welbeck mampu mengontrol bola dengan baik.
Ia kemudian melewati dua pemain bertahan Leeds sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang lawan.
4-2!
Chelsea kini unggul dua gol.
Comeback yang beberapa menit sebelumnya terasa mustahil telah benar-benar terjadi.
Dari 0-2 menjadi 4-2.
Namun pertandingan ternyata belum selesai.
Leeds Belum Mau Menyerah
Meski Chelsea telah mengambil alih momentum, Leeds masih menunjukkan karakter untuk memberikan perlawanan.
Mereka tidak langsung menyerah setelah tertinggal dua gol.
Pada menit ke-76, Leeds berhasil mencetak gol ketiga.
Noah Okafor mengirimkan umpan tarik dari sisi kiri. Bola tersebut kemudian disambut Dominic Calvert-Lewin yang berada di posisi yang tepat.
Calvert-Lewin sukses menaklukkan pertahanan Chelsea dan mengubah skor menjadi 4-3.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali menegangkan.
Chelsea hanya unggul satu gol.
Leeds kembali memiliki harapan.
Satu gol lagi bisa membuat skor menjadi 4-4 dan mengubah pertandingan menjadi semakin dramatis.
Namun Chelsea kali ini tidak melakukan kesalahan yang sama.
The Blues langsung merespons.
Lima menit setelah Leeds mencetak gol, Chelsea kembali memperlebar jarak.
Morgan Rogers kembali menjadi bagian penting dalam serangan. Umpan tariknya berhasil ditepis kiper Leeds, tetapi bola muntah justru jatuh ke arah Valentin Barco.
Barco tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Ia melepaskan tembakan mendatar yang mengarah ke gawang Leeds.
Gol!
Chelsea kembali unggul dua gol.
Skor berubah menjadi 5-3.
Gol Barco menjadi pukulan berat bagi Leeds karena datang ketika tim tamu sedang berusaha keras mengejar gol penyeimbang.
Welbeck Mengunci Kemenangan Chelsea
Leeds masih mencoba menyerang hingga menit-menit terakhir. Mereka berusaha mencari gol keempat untuk kembali membuka peluang.
Namun pertahanan Chelsea mampu bertahan.
Sebaliknya, Chelsea justru mendapatkan ruang untuk melancarkan serangan balik.
Pada masa tambahan waktu, The Blues akhirnya mencetak gol keenam.
Valentin Barco yang sebelumnya mencetak gol kelima kini berperan sebagai pemberi umpan. Bola dikirim kepada Danny Welbeck, yang berada di posisi yang tepat.
Welbeck kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan sempurna.
Gol keduanya malam itu membuat Chelsea menang 6-3.
Sembilan gol tercipta dalam satu pertandingan.
Enam untuk Chelsea dan tiga untuk Leeds.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Chelsea memastikan kemenangan dramatis setelah sebelumnya berada dalam kondisi tertinggal 0-2.
Palmer dan Welbeck Jadi Bintang Comeback
Dua nama yang paling mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut adalah Cole Palmer dan Danny Welbeck.
Palmer menjadi pemain yang membuka jalan bagi comeback Chelsea. Ketika timnya tertinggal 0-2, ia tampil sebagai eksekutor penalti dan kemudian mencetak gol penyama kedudukan hanya beberapa menit setelahnya.
Dua gol Palmer mengubah momentum pertandingan secara drastis.
Setelah itu, Pedro Neto dan Danny Welbeck membawa Chelsea membalikkan keadaan.
Welbeck bahkan menutup pertandingan dengan dua gol.
Selain pencetak gol, Morgan Rogers juga memainkan peran penting dalam kebangkitan Chelsea. Ia terlibat dalam sejumlah proses serangan yang menghasilkan gol The Blues dan menjadi salah satu pemain yang membuat lini belakang Leeds kesulitan.
Valentin Barco juga tampil menentukan. Ia mencetak gol kelima Chelsea sekaligus memberikan assist untuk gol penutup Welbeck.
Artinya, kemenangan ini bukan hanya tentang satu pemain.
Chelsea berhasil melakukan comeback melalui kontribusi kolektif.
Xabi Alonso Mendapat Sinyal Positif
Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi Xabi Alonso.
Pelatih asal Spanyol tersebut baru saja mengalami kekalahan pertamanya bersama Chelsea ketika The Blues dikalahkan Arsenal 1-2 di Premier League.
Pertandingan melawan Leeds datang dalam situasi yang cukup menarik. Chelsea membutuhkan respons setelah kekalahan tersebut dan mereka mendapatkannya dengan cara yang luar biasa.
Memang masih ada sejumlah persoalan yang harus diperbaiki, terutama ketika melihat bagaimana Chelsea bisa tertinggal 0-2 di kandang sendiri.
Namun kemampuan membalikkan keadaan menunjukkan bahwa tim ini memiliki karakter.
Chelsea tidak runtuh ketika berada dalam tekanan.
Mereka justru mampu meningkatkan intensitas dan mencetak empat gol dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Itulah salah satu hal positif yang dapat diambil Xabi Alonso dari pertandingan ini.
Di sisi lain, kemenangan besar tersebut juga menjadi pengingat bahwa lini pertahanan Chelsea masih perlu mendapatkan perhatian. Kebobolan tiga gol di kandang tentu bukan hasil yang ideal bagi tim yang ingin bersaing di berbagai kompetisi.
Tetapi dari sudut pandang mentalitas, kemenangan 6-3 jelas menjadi suntikan kepercayaan diri.
Sembilan Gol, Satu Malam yang Sulit Dilupakan
Pertandingan Chelsea melawan Leeds menjadi salah satu duel paling gila dalam perjalanan awal Carabao Cup musim 2026/2027.
Sembilan gol tercipta dan jalannya pertandingan berubah berkali-kali.
Leeds unggul 1-0.
Kemudian mereka memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Chelsea bangkit menjadi 2-2.
The Blues kemudian membalikkan keadaan menjadi 3-2 dan memperlebar jarak menjadi 4-2.
Leeds memperkecilnya menjadi 4-3.
Chelsea kembali menjauh 5-3 dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 6-3.
Statistik pertandingan juga memperlihatkan betapa ketatnya duel tersebut. Chelsea mencatat 14 tembakan berbanding tujuh milik Leeds, dengan tujuh tembakan tepat sasaran berbanding empat. Penguasaan bola pun relatif seimbang, yakni 51 persen untuk Chelsea dan 49 persen untuk Leeds.
Dengan kemenangan tersebut, Chelsea melangkah ke babak berikutnya Carabao Cup. Leeds harus menerima kenyataan bahwa keunggulan dua gol yang mereka miliki di Stamford Bridge tidak cukup untuk membawa mereka lolos.
Bagi Chelsea, hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa.
Ini adalah kemenangan yang memperlihatkan karakter.
Ketika tertinggal 0-2 di kandang sendiri, The Blues tidak kehilangan keberanian. Mereka terus menyerang, mengubah tempo pertandingan, memanfaatkan momentum dan akhirnya menciptakan comeback spektakuler.
Sembilan gol dalam satu malam menjadi bukti betapa liar pertandingan tersebut.
Dan bagi Xabi Alonso, malam di Stamford Bridge ini bisa menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun Chelsea versinya sendiri.
The Blues memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Namun jika mentalitas seperti yang ditunjukkan saat menghadapi Leeds dapat dipertahankan, Chelsea bisa menjadi tim yang sangat sulit dihentikan ketika musim memasuki fase yang lebih penting.
Dari tertinggal dua gol hingga menang tiga gol.
Dari situasi tertekan hingga berpesta di Stamford Bridge.
Chelsea benar-benar mengubah malam penuh kecemasan menjadi pesta comeback dengan skor 6-3.
