Tottenham Hotspur kembali berada dalam situasi yang membuat para pendukungnya harus menahan kekhawatiran. Setelah melakukan perubahan besar pada skuad dan menggelontorkan dana besar di bursa transfer musim panas, Spurs justru belum menunjukkan hasil yang sebanding dengan investasi tersebut.
Kekalahan 2-3 dari Aston Villa di kandang sendiri menjadi pemicu munculnya kritik baru. Kali ini, sorotan datang dari salah satu legenda sepak bola Inggris, Steven Gerrard.
Menurut Gerrard, Tottenham memang sudah melakukan pembenahan di sejumlah posisi. Lini tengah bahkan dinilainya jauh lebih kuat setelah kedatangan beberapa pemain baru. Namun, ada dua persoalan yang menurutnya masih sangat serius: pertahanan yang rapuh dan absennya penyerang dengan kemampuan mencetak sekitar 20 gol dalam satu musim.
Bagi Gerrard, kombinasi kedua masalah tersebut bisa menjadi sangat berbahaya.
Sebuah tim dapat bertahan di papan atas jika memiliki pertahanan kokoh. Sebaliknya, sebuah tim juga bisa menutupi kelemahan pertahanan apabila memiliki dua atau lebih penyerang yang mampu mencetak gol dalam jumlah besar.
Tottenham saat ini, menurut penilaian Gerrard, belum memiliki salah satu dari dua fondasi tersebut.
Ia bahkan mempertanyakan keputusan para petinggi klub dalam menentukan prioritas transfer.
“Siapa yang akan mencetak 20 gol untuk kalian?” menjadi salah satu pertanyaan utama yang dilontarkan Gerrard ketika membahas skuad Tottenham.
Kekalahan dari Aston Villa Membuka Kembali Luka Lama
Pertandingan melawan Aston Villa seharusnya menjadi kesempatan Tottenham untuk memperbaiki posisi mereka di Premier League.
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Spurs kembali kehilangan poin di kandang dan harus mengakui keunggulan Villa dengan skor 2-3.
Kekalahan tersebut membuat awal musim Tottenham semakin mengkhawatirkan. Dalam lima pertandingan pertama Premier League, Spurs baru mengumpulkan dua poin dan berada di posisi bawah klasemen menurut laporan terbaru.
Situasi tersebut tentu sangat kontras dengan besarnya aktivitas Tottenham di bursa transfer.
Klub melakukan perombakan skuad secara signifikan setelah Roberto De Zerbi mengambil alih tim.
Beberapa posisi mendapatkan tambahan pemain berkualitas.
Namun hasil di lapangan belum menunjukkan adanya perubahan yang cukup meyakinkan.
Kekalahan dari Aston Villa kembali memperlihatkan persoalan yang sudah beberapa kali muncul.
Tottenham masih mudah kehilangan kontrol ketika lawan mampu memberikan tekanan.
Pertahanan mereka terlihat rentan terhadap bola panjang dan duel fisik.
Di sisi lain, ketika membutuhkan gol untuk mengejar ketertinggalan, Spurs juga belum memiliki sosok yang secara konsisten bisa menjadi pembeda.
Inilah yang membuat Gerrard menganggap situasi Tottenham perlu mendapat perhatian serius.
Gerrard: Lini Tengah Tottenham Sudah Lebih Kuat
Menariknya, Gerrard tidak sepenuhnya mengkritik kebijakan transfer Tottenham.
Ia justru memberikan penilaian positif terhadap lini tengah Spurs.
Menurut mantan kapten Liverpool tersebut, Tottenham sudah melakukan pembenahan yang cukup baik di area tersebut.
Kehadiran Sandro Tonali, Enzo Fernández, dan Rodrigo Bentancur membuat pilihan di lini tengah menjadi lebih beragam.
Tottenham juga masih memiliki Conor Gallagher yang menurut Gerrard bahkan bisa dipertimbangkan untuk menjadi starter.
Dengan kombinasi tersebut, Gerrard melihat lini tengah Tottenham bukan sebagai masalah utama.
“Lini tengah menjadi lebih kuat dengan kehadiran Tonali, Fernandez, dan Bentancur. Itu lini tengah yang kuat,” ujar Gerrard kepada TNT Sports.
Penilaian tersebut cukup penting.
Artinya, persoalan Tottenham bukan karena mereka gagal mendatangkan pemain berkualitas di semua posisi.
Justru masalahnya adalah keseimbangan.
Mereka memperkuat area yang sebenarnya sudah memiliki sejumlah opsi, tetapi masih menyisakan pertanyaan besar di dua area paling penting: pertahanan dan lini depan.
Pertahanan Tottenham Dianggap Terlalu Rapuh
Gerrard kemudian mengarahkan sorotannya ke lini belakang.
Menurutnya, Tottenham terlalu mudah kebobolan.
Ia juga menyoroti kemampuan dua bek tengah ketika menghadapi bola-bola panjang.
Jika dua bek tengah tidak mampu mengatasi situasi tersebut, lawan akan memiliki kesempatan untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan.
Hal seperti itu menjadi sangat berbahaya di Premier League.
Banyak pertandingan ditentukan oleh detail kecil.
Sebuah umpan panjang yang melewati lini tengah dapat langsung mengubah posisi bertahan menjadi situasi satu lawan satu.
Jika bek tengah terlambat membaca arah bola atau kalah dalam duel, peluang lawan untuk mencetak gol akan terbuka lebar.
Menurut Gerrard, Tottenham masih memiliki masalah tersebut.
“Mereka agak lemah dan rapuh di lini belakang, serta terlalu banyak kebobolan,” kata Gerrard.
Kritik tersebut semakin relevan setelah Tottenham kebobolan tiga gol dari Aston Villa.
Spurs sebenarnya mampu mencetak dua gol, tetapi pertahanan mereka tetap tidak cukup kuat untuk mempertahankan hasil.
Pada akhirnya, Tottenham harus menerima kekalahan.
Tidak Punya Penyerang 20 Gol
Namun menurut Gerrard, masalah Tottenham tidak berhenti di lini belakang.
Ada persoalan lain yang bahkan dianggap sama pentingnya.
Tottenham belum memiliki pemain yang bisa secara konsisten menjamin sekitar 20 gol dalam satu musim.
Bagi sebuah klub yang ingin bersaing di papan atas Premier League, kebutuhan terhadap pencetak gol utama sangat besar.
Selama bertahun-tahun, Tottenham memiliki Harry Kane.
Kane bukan hanya seorang striker yang mampu mencetak banyak gol.
Ia juga menjadi sumber kepastian bagi Tottenham.
Ketika Spurs membutuhkan gol, Kane sering menjadi pemain yang diandalkan.
Ketika pertandingan berlangsung sulit, kemampuan Kane menciptakan peluang atau menyelesaikan kesempatan yang sedikit membuat Tottenham tetap bisa meraih poin.
Setelah era Kane berakhir, Tottenham membutuhkan sosok baru.
Namun menurut Gerrard, mereka belum menemukan pengganti dengan karakter yang sama.
“Saya rasa masalah besarnya terletak pada sisi ofensif, khususnya minimnya jumlah gol. Mereka tidak punya penyerang tajam, mereka tidak punya pencetak gol,” ujar Gerrard.
Pertanyaan Gerrard yang Menggambarkan Masalah Spurs
Gerrard kemudian mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana tetapi cukup mengena.
“Siapa yang akan mencetak 20 gol untuk kalian?”
Pertanyaan tersebut sebenarnya bukan hanya mengenai seorang pemain.
Itu adalah pertanyaan mengenai struktur skuad.
Jika sebuah tim tidak memiliki striker yang bisa mencetak 20 gol, maka pemain lain harus mengambil tanggung jawab tersebut.
Gelandang harus menyumbang gol.
Winger harus mencetak lebih banyak.
Bek harus memberikan kontribusi dari bola mati.
Namun semua itu tidak mudah.
Premier League memiliki jadwal panjang dan persaingan sangat ketat.
Ketika sebuah tim mengalami periode sulit, biasanya mereka membutuhkan pemain yang mampu mencetak gol dari situasi yang tidak mudah.
Tanpa sosok seperti itu, satu peluang yang terbuang bisa berubah menjadi kehilangan tiga poin.
Dan Tottenham sudah merasakan dampaknya pada awal musim.
Gerrard Membandingkan dengan Era Harry Kane
Gerrard juga menggunakan era Harry Kane sebagai contoh.
Menurutnya, Tottenham pernah memiliki solusi yang sangat jelas.
Kane mampu mencetak gol dalam jumlah besar dan menjadi salah satu alasan mengapa Spurs mampu berada di posisi tinggi klasemen.
Striker seperti Kane memberikan keuntungan besar.
Sebuah tim tidak harus selalu bermain sempurna.
Mereka bisa saja kebobolan satu atau dua gol, tetapi selama memiliki pemain yang mampu mencetak lebih banyak gol, peluang memenangkan pertandingan tetap terbuka.
Inilah yang menurut Gerrard menjadi salah satu karakteristik tim-tim besar.
Ada tim yang menang karena pertahanan.
Ada pula tim yang menang karena memiliki dua pencetak gol luar biasa.
Tottenham saat ini belum memiliki keseimbangan tersebut.
Gerrard menjelaskan bahwa sebuah tim bisa berada dalam posisi aman apabila mampu menjaga gawang tetap bersih atau mempunyai penyerang luar biasa yang mencetak banyak gol.
Masalah muncul ketika sebuah tim rapuh di belakang sekaligus tidak mempunyai pencetak gol tajam.
Dalam situasi seperti itu, tekanan terhadap tim akan semakin besar.
Bursa Transfer Tottenham Dipertanyakan
Kritik Gerrard kemudian mengarah kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas perekrutan pemain.
Tottenham menghabiskan lebih dari €300 juta selama bursa transfer musim panas menurut laporan yang membahas awal buruk mereka.
Dengan investasi sebesar itu, wajar apabila ekspektasi terhadap Spurs meningkat.
Namun Gerrard mempertanyakan apakah uang tersebut sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak.
Menurutnya, para petinggi yang bertanggung jawab terhadap transfer harus mengevaluasi kembali kebutuhan skuad.
Ia bahkan mengatakan bahwa jika mereka melihat situasi saat ini, mereka harus saling bertanya mengapa Tottenham tidak mengejar pemain yang mampu mencetak 20 gol dalam satu musim.
Bukan berarti seluruh transfer Tottenham salah.
Justru Gerrard mengakui bahwa beberapa posisi telah diperkuat.
Namun transfer sepak bola bukan hanya tentang mendatangkan pemain berkualitas.
Transfer juga harus menjawab kebutuhan tim.
Sebuah klub dapat memiliki banyak pemain bagus, tetapi tetap memiliki skuad yang tidak seimbang.
Dan itulah yang sedang dipertanyakan terhadap Tottenham.
Roberto De Zerbi Mendapat Tekanan
Situasi tersebut tentu ikut memberikan tekanan kepada Roberto De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu datang dengan tugas membawa Tottenham menuju era baru.
Namun lima pertandingan pertama Premier League belum berjalan sesuai harapan.
Dua poin dari lima laga membuat Spurs terdampar di papan bawah.
Kekalahan dari Aston Villa semakin memperburuk keadaan.
Tottenham sebenarnya memiliki waktu untuk memperbaiki situasi.
Musim masih panjang.
Tetapi semakin lama mereka berada di papan bawah, semakin besar tekanan yang akan muncul.
Terutama karena ekspektasi terhadap klub sangat tinggi setelah aktivitas transfer musim panas.
De Zerbi tidak hanya dituntut membangun gaya permainan.
Ia juga harus segera menemukan formula yang membuat pertahanan lebih stabil dan serangan lebih produktif.
Jika kedua masalah tersebut tidak terselesaikan, Tottenham bisa mengalami kesulitan untuk mengejar klub-klub di papan atas.
Lini Tengah Bukan Masalah Utama
Komentar Gerrard mengenai lini tengah juga memberikan perspektif yang menarik.
Dengan Tonali, Enzo Fernández dan Bentancur, Tottenham memiliki sejumlah gelandang yang mampu bermain dengan karakter berbeda.
Tonali bisa memberikan energi dan agresivitas.
Fernández memiliki kemampuan mengatur permainan dan memberikan umpan progresif.
Bentancur menawarkan pengalaman serta kemampuan bermain dalam berbagai situasi.
Gallagher juga memberikan opsi tambahan dengan gaya bermain yang intens.
Karena itu, Gerrard tidak melihat lini tengah sebagai titik terlemah Tottenham.
Justru lini tengah tersebut berpotensi menjadi fondasi bagi tim.
Masalahnya adalah bagaimana pemain-pemain tersebut dilindungi oleh pertahanan dan didukung oleh lini depan.
Jika pertahanan terlalu mudah ditembus, lini tengah akan terus dipaksa mundur.
Jika lini depan tidak efektif, dominasi lini tengah tidak akan menghasilkan cukup gol.
Pada akhirnya, seluruh bagian tim harus saling terhubung.
Tottenham Harus Memilih Cara untuk Menang
Pesan Gerrard sebenarnya cukup sederhana.
Tottenham harus menemukan cara untuk menang.
Jika pertahanan belum stabil, maka mereka membutuhkan serangan yang mampu menghasilkan banyak gol.
Jika tidak memiliki pencetak gol utama, maka pertahanan harus dibuat jauh lebih kuat.
Masalahnya adalah Spurs saat ini terlihat belum memiliki keduanya.
Mereka kebobolan terlalu banyak dan pada saat yang sama masih mencari sumber gol yang konsisten.
Inilah yang membuat situasinya lebih serius.
Tim seperti Manchester City, Arsenal atau Liverpool bisa saja kehilangan beberapa pertandingan karena mereka memiliki kualitas yang memungkinkan mereka bangkit dengan cepat.
Tottenham juga mempunyai pemain berkualitas.
Namun kualitas tersebut harus diterjemahkan menjadi hasil.
Dan hasil tidak datang hanya dari nama besar.
Kekalahan dari Villa Menjadi Alarm
Pertandingan melawan Aston Villa menjadi contoh yang tepat.
Tottenham mencetak dua gol.
Artinya, lini depan mereka masih mampu menghasilkan sesuatu.
Namun tiga gol yang masuk ke gawang menunjukkan masalah defensif.
Jika pola seperti itu terus berulang, Tottenham akan kesulitan.
Mereka mungkin mampu memenangkan beberapa pertandingan ketika serangan sedang bagus.
Namun dalam pertandingan ketat, kelemahan pertahanan bisa kembali menghukum mereka.
Sebaliknya, jika mereka memperbaiki pertahanan tetapi tetap kesulitan mencetak gol, pertandingan akan sering berakhir imbang.
Itulah sebabnya keseimbangan sangat penting.
Saatnya Tottenham Mengevaluasi Diri
Gerrard tidak mengatakan bahwa musim Tottenham sudah berakhir.
Ia juga tidak menyatakan bahwa seluruh pemain yang didatangkan adalah kesalahan.
Komentarnya lebih mengarah pada kebutuhan untuk mengevaluasi keseimbangan skuad.
Lini tengah sudah mendapat banyak perhatian.
Sekarang pertanyaannya adalah apakah Tottenham memiliki solusi di dua ujung lapangan.
Apakah pertahanan cukup kuat untuk menghadapi bola panjang dan serangan cepat?
Apakah ada pemain yang mampu mencetak 20 gol?
Jika jawabannya belum, maka De Zerbi harus menemukan solusi dari pemain yang tersedia.
Dan itu bukan tugas mudah.
Ancaman Jika Masalah Tidak Segera Diatasi
Premier League tidak memberikan banyak waktu untuk klub yang ingin memperbaiki keadaan.
Satu kemenangan bisa mengubah posisi.
Namun satu kekalahan tambahan juga dapat membuat sebuah tim semakin terpuruk.
Tottenham kini harus segera merespons.
Setelah kekalahan dari Aston Villa, Spurs perlu menggunakan pertandingan berikutnya untuk membangun kembali kepercayaan diri.
Para pemain baru juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
De Zerbi harus menemukan kombinasi terbaik.
Sementara itu, lini belakang harus bekerja lebih keras untuk mengurangi jumlah gol yang masuk.
Di depan, pemain-pemain Tottenham harus berbagi tanggung jawab dalam mencetak gol.
Mungkin tidak ada satu pemain yang langsung bisa menjadi “Harry Kane baru”.
Tetapi jika beberapa pemain mampu meningkatkan kontribusi gol, masalah tersebut bisa sedikit teratasi.
Gerrard Mengirim Peringatan
Pada akhirnya, komentar Steven Gerrard merupakan sebuah peringatan yang ditujukan kepada Tottenham.
Bukan sekadar kritik terhadap satu pertandingan.
Gerrard melihat adanya ketidakseimbangan dalam skuad.
Ia melihat lini tengah yang sudah diperkuat.
Namun di saat yang sama, ia melihat pertahanan yang menurutnya rapuh dan lini depan yang belum memiliki mesin gol dengan produktivitas tinggi.
Dua masalah tersebut membuat Tottenham berada dalam situasi yang tidak mudah.
Jika pertahanan mampu diperbaiki, Spurs memiliki peluang untuk menjadi lebih stabil.
Jika mereka menemukan sumber gol yang konsisten, tekanan terhadap lini belakang juga akan berkurang.
Tetapi jika kedua masalah tersebut berjalan bersamaan, Tottenham harus menghadapi perjalanan musim yang jauh lebih berat.
Untuk saat ini, kekalahan 2-3 dari Aston Villa menjadi alarm bagi klub.
Bursa transfer sudah berakhir.
Tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki skuad melalui pembelian pemain baru dalam waktu dekat.
Sekarang pekerjaan berada di tangan De Zerbi dan para pemain.
Mereka harus membuktikan bahwa investasi besar Tottenham bukan sesuatu yang sia-sia.
Dan mungkin inilah inti dari peringatan Gerrard.
Tottenham tidak kekurangan pemain bagus. Yang sedang dipertanyakan adalah apakah mereka memiliki keseimbangan yang tepat untuk memenangkan pertandingan.
Lini tengah sudah terlihat lebih kuat.
Namun pertahanan harus lebih kokoh.
Lini depan harus lebih produktif.
Karena tanpa salah satu dari dua hal tersebut, perjalanan menuju papan atas Premier League akan menjadi sangat sulit.
Dan jika Spurs terus kebobolan tanpa memiliki pemain yang mampu menjawab dengan gol dalam jumlah besar, kekhawatiran yang disampaikan Gerrard bisa semakin relevan seiring berjalannya musim.
