Borussia Dortmund kembali menemukan sosok penting di jantung pertahanannya. Waldemar Anton sedang menikmati salah satu periode terbaik dalam kariernya bersama Die Schwarzgelben dan performanya pada awal musim 2026/27 membuat namanya kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena Dortmund kini tampil kokoh dan berada di papan teratas Bundesliga, tetapi juga karena Anton mulai dianggap sebagai salah satu bek tengah Jerman paling menonjol saat ini.

Penilaian tersebut bahkan membawa ingatan publik sepak bola Jerman kembali kepada era Mats Hummels. Ada kemiripan tertentu dalam cara Anton membaca permainan, berani bertahan lebih depan, serta menjadi pemain yang memberikan ketenangan kepada lini belakang. Goal menilai apa yang ditunjukkan Anton saat ini mengingatkan pada kualitas yang pernah menjadi ciri khas Hummels ketika masih menjadi salah satu pemain utama Dortmund.

Anton bukan tipe pemain yang gemar mencari perhatian. Ia lebih dikenal sebagai sosok tenang, disiplin, dan tidak banyak bicara mengenai dirinya sendiri. Namun, performanya di lapangan membuat pembicaraan mengenai dirinya semakin sulit dihindari.

Pada usia 30 tahun, Anton justru terlihat semakin matang. Ia tidak hanya bertugas menghentikan serangan lawan, tetapi juga mengatur lini belakang, memenangkan duel, membaca arah serangan sebelum bola benar-benar masuk ke area berbahaya, dan memberikan kepemimpinan kepada rekan-rekannya.

Musim ini, kualitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Dortmund mampu mempertahankan awal kompetisi domestik yang sempurna.

Dortmund Semakin Kokoh di Bawah Niko Kovac

Borussia Dortmund memang belum selalu memainkan sepak bola yang spektakuler. Namun, satu hal yang semakin jelas terlihat adalah peningkatan kualitas pertahanan mereka di bawah Niko Kovac.

Setelah empat pertandingan Bundesliga, Dortmund berada di posisi teratas bersama Bayern Munich dengan hanya dua gol kebobolan dan telah mencatat tiga clean sheet. Catatan tersebut melanjutkan fondasi pertahanan kuat yang sudah mereka bangun pada musim sebelumnya. Pada Bundesliga 2025/26, Dortmund menjadi tim dengan pertahanan terbaik di liga setelah hanya kebobolan 34 gol.

Anton memiliki kontribusi besar dalam struktur tersebut.

Kovac bahkan tidak segan memberikan pujian tinggi kepada pemain yang bergabung dengan Dortmund pada 2024 tersebut. Sang pelatih menggambarkan Anton sebagai seorang pemimpin yang selalu memberikan contoh kepada pemain lain.

Menurut Kovac, Anton adalah pemain yang hidup untuk sepak bola. Ia disebut selalu memikirkan permainan, tidak mudah menyerah, memberikan seluruh kemampuan untuk tim, serta menjadi sosok yang bisa dijadikan panutan oleh rekan-rekannya.

Pujian tersebut menggambarkan peran Anton dengan cukup jelas.

Ia bukan sekadar bek tengah yang bertugas menjaga area pertahanan. Anton perlahan berkembang menjadi salah satu pusat kepemimpinan Dortmund.

Statistik Anton Membuktikan Perkembangannya

Jika melihat statistik awal musim, perkembangan Anton juga bukan sekadar kesan visual.

Data Bundesliga mencatat Anton telah tampil dalam empat pertandingan Bundesliga 2026/27. Ia mencatat 44 duel yang dimenangi, 17 duel udara yang dimenangi, serta satu assist. Ia juga memiliki catatan 239 intense runs dan telah menempuh jarak 44,1 kilometer dalam kompetisi tersebut.

Angka-angka itu memperlihatkan betapa besar aktivitas Anton di lapangan.

Ia bukan bek yang hanya menunggu lawan masuk ke kotak penalti. Anton aktif membaca situasi dan berusaha memotong serangan sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Kemampuan antisipasinya menjadi salah satu aspek yang paling berkembang.

Dalam permainan modern, seorang bek tengah dituntut tidak hanya kuat ketika melakukan tekel atau duel udara. Ia juga harus mampu membaca posisi lawan, menentukan kapan harus maju, kapan harus bertahan, serta menjaga jarak dengan rekan di sekitarnya.

Anton semakin terlihat matang dalam aspek tersebut.

Goal bahkan menilai sejak era Hummels, belum ada bek Dortmund yang mampu bertahan secara cerdas dan agresif di depan pertahanan dengan konsistensi seperti yang diperlihatkan Anton saat ini.

Tentu saja, perbandingan tersebut tidak berarti Anton telah menyamai seluruh pencapaian Hummels. Hummels memiliki sejarah panjang bersama Dortmund, memenangkan Bundesliga, mencapai final Liga Champions, serta menjadi bagian dari generasi emas tim nasional Jerman.

Namun, dari sisi gaya bertahan dan perkembangan perannya di Dortmund, terdapat kemiripan yang membuat perbandingan tersebut menarik.

Pengganti Hummels yang Mulai Menemukan Identitas Sendiri

Menariknya, Anton memang datang ke Dortmund dalam periode ketika klub kehilangan Hummels.

Ketika Hummels meninggalkan Dortmund, klub membutuhkan bek tengah yang bukan hanya mampu mengisi posisi secara teknis, tetapi juga memiliki karakter untuk bermain di level tinggi. Anton datang dari Stuttgart dengan reputasi sebagai bek tangguh dan pembaca permainan yang baik.

Kini, dua tahun setelah kepindahannya, Anton tampaknya mulai benar-benar menemukan tempatnya.

Ia tidak lagi sekadar disebut sebagai pengganti Hummels.

Anton mulai memiliki identitas sendiri.

Perjalanan tersebut juga tidak selalu mudah. Kepindahannya dari Stuttgart menuju Dortmund membuat dirinya menjadi sasaran kritik sebagian pendukung Stuttgart. Setiap kali kembali bermain di Stuttgart, ia mendapat sambutan negatif dari sebagian fans tuan rumah. Hal tersebut kembali terjadi ketika Dortmund menang 1-0 atas Stuttgart pada 19 September.

Namun, Anton mampu mengesampingkan atmosfer tersebut.

Ia tetap fokus pada pekerjaannya dan membantu Dortmund menjaga gawang tetap bersih.

Dalam pertandingan tersebut, Dortmund mencatat kemenangan 1-0 berkat gol Maxi Beier. Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan Bundesliga keempat secara beruntun bagi Dortmund pada awal musim. Anton menjadi salah satu pemain yang memastikan keunggulan tersebut bertahan hingga peluit akhir.

Bahkan Serhou Guirassy Sering Menjadi 'Korban' Teguran Anton

Ada cerita menarik mengenai karakter Anton di ruang ganti dan lapangan.

Anton mengakui bahwa dirinya dan Serhou Guirassy hampir selalu pernah terlibat dalam momen saling berteriak ketika pertandingan berlangsung. Namun, hubungan mereka tetap baik karena keduanya sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama.

Bagi Anton dan Guirassy, teguran tersebut merupakan bagian dari dinamika pertandingan.

Keduanya merasa cukup dekat untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan satu sama lain di lapangan, meskipun terkadang percakapan tersebut bisa berlangsung cukup keras.

Hal itu terlihat lagi ketika Dortmund menghadapi Stuttgart.

Guirassy ditarik keluar pada menit ke-74. Namun, sang penyerang dianggap terlalu lambat meninggalkan lapangan sehingga Fabio Silva sebagai pemain pengganti harus menunggu sekitar 60 detik sesuai aturan baru sebelum diperbolehkan masuk.

Akibatnya, Dortmund sempat bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Kovac tentu saja tidak senang dengan situasi tersebut.

Anton sendiri kembali bisa fokus pada tugas utamanya: menjaga pertahanan Dortmund.

Dan pada akhirnya, Dortmund tetap berhasil mempertahankan keunggulan 1-0.

Dijuluki 'Ironman' oleh Kovac

Salah satu alasan mengapa Kovac begitu mempercayai Anton adalah konsistensinya.

Musim 2025/26 menjadi bukti penting. Anton hanya absen dalam tiga dari total 47 pertandingan kompetitif Dortmund sepanjang musim tersebut. Bahkan di Bundesliga dan DFB-Pokal, ia tampil dalam seluruh 35 pertandingan secara penuh.

Angka tersebut menunjukkan betapa jarangnya Anton meninggalkan tim ketika dirinya berada dalam kondisi fit.

Kovac bahkan memberikan julukan “Ironman” kepadanya.

Julukan itu bukan sekadar menggambarkan kekuatan fisiknya. Anton juga memperlihatkan ketahanan mental yang sangat dibutuhkan oleh seorang bek tengah.

Bermain sebagai bek berarti kesalahan kecil bisa langsung menjadi gol bagi lawan. Tekanan tersebut semakin besar di klub sebesar Dortmund.

Namun, Anton justru terlihat semakin nyaman menghadapi tanggung jawab tersebut.

Ia tidak bermain dengan banyak gaya. Tidak terlalu banyak melakukan aksi yang tidak diperlukan. Permainannya lebih mengutamakan posisi, timing, duel, antisipasi, dan keputusan sederhana yang efektif.

Itulah yang membuatnya semakin dipercaya.

Tantangan Besar Menanti Bersama Timnas Jerman

Performa Anton di Dortmund juga membuka pembicaraan mengenai masa depannya bersama tim nasional Jerman.

Dengan Jürgen Klopp menangani tim nasional, persaingan di posisi bek tengah akan menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan.

Klopp dikenal menginginkan tim yang agresif, intens, dan memiliki fondasi pertahanan kuat. Dalam konteks tersebut, karakter Anton memiliki sejumlah kualitas yang cocok.

Anton sudah berpengalaman, secara fisik berada dalam kondisi baik, mampu mengorganisasi lini belakang, dan memiliki karakter yang cukup tenang.

Ia juga tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan pertandingan tingkat tinggi.

Goal menilai kualitas tersebut dapat membuat Anton menjadi salah satu figur penting dalam era baru tim nasional Jerman di bawah Klopp.

Namun, persaingan tentu tidak akan mudah.

Nico Schlotterbeck memiliki keunggulan berupa kaki kiri dan kemampuan mengirim umpan diagonal dari lini belakang. Kemampuan tersebut memberikan dimensi berbeda dalam membangun serangan.

Sementara itu, Jonathan Tah juga masih menjadi salah satu nama berpengalaman yang dapat bersaing memperebutkan posisi di lini belakang.

Karena itu, belum ada jaminan siapa yang akan menjadi pasangan utama di jantung pertahanan Jerman.

Anton masih harus mempertahankan konsistensinya.

Anton Tidak Terlalu Peduli dengan Label

Satu hal yang menarik dari Anton adalah dirinya tidak terlalu tertarik dengan label.

Kovac pernah menggambarkan sang pemain sebagai pribadi yang sangat tenang, rendah hati, dan sederhana. Anton disebut lebih suka menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

Karakter tersebut mungkin justru menjadi salah satu kekuatan terbesarnya.

Ketika seorang pemain mulai mendapatkan pujian besar, tantangan berikutnya adalah mempertahankan level permainan tanpa terbawa ekspektasi.

Anton sekarang berada dalam situasi tersebut.

Media mulai menyebutnya sebagai bek tengah Jerman terbaik saat ini. Dortmund membutuhkan dirinya sebagai pemimpin pertahanan. Tim nasional Jerman juga berpotensi memberikan peran yang lebih besar kepadanya.

Namun, Anton tampaknya tetap memilih pendekatan yang sama: bekerja, bermain, dan membiarkan performanya berbicara.

Era Baru Dortmund dan Masa Depan Anton

Dortmund saat ini sedang membangun sesuatu yang menarik.

Mereka menjadi pemuncak klasemen Bundesliga pada awal musim dan pertahanan menjadi salah satu fondasi terpenting dari hasil tersebut. Niko Kovac perlahan membentuk tim yang lebih disiplin, sementara Anton menjadi salah satu pemain yang paling konsisten dalam sistem tersebut.

Jika performanya terus bertahan, bukan tidak mungkin musim 2026/27 akan menjadi salah satu musim paling penting dalam perjalanan karier Anton.

Bukan hanya karena ia berpeluang memenangkan sesuatu bersama Dortmund, tetapi juga karena ia bisa mengukuhkan statusnya sebagai salah satu bek tengah utama generasi baru Jerman.

Perjalanan Anton di Dortmund juga memiliki cerita tersendiri.

Ia datang ketika klub kehilangan figur besar seperti Hummels. Ia sempat menghadapi tekanan dari mantan klubnya. Ia harus beradaptasi dengan tuntutan Dortmund dan sepak bola level tertinggi.

Kini, dua tahun kemudian, situasinya berubah.

Anton bukan lagi sekadar pemain yang datang untuk menggantikan seorang legenda.

Ia mulai menjadi pemain yang memiliki identitas sendiri.

Dan jika konsistensi tersebut berlanjut, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Waldemar Anton mampu menggantikan Mats Hummels, melainkan seberapa jauh ia bisa membangun warisannya sendiri di Dortmund.

Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: lini belakang Dortmund memiliki sosok yang sangat mereka percaya. Dengan Anton sebagai salah satu pemimpinnya, Die Schwarzgelben memiliki fondasi pertahanan yang membuat mereka mampu bersaing sejak awal musim.

Bagi Anton, kesempatan tersebut juga datang pada waktu yang tepat.

Pada usia 30 tahun, ketika banyak pemain mulai memasuki fase akhir karier, ia justru terlihat semakin matang dan semakin penting.

Jika terus mempertahankan performa seperti sekarang, nama Waldemar Anton akan semakin sulit diabaikan—baik di Dortmund maupun dalam persaingan posisi bek tengah tim nasional Jerman.