Borussia Dortmund kembali menghadapi persoalan cedera di tengah persiapan menghadapi rangkaian pertandingan setelah jeda internasional. Pelatih Niko Kovac kini harus menunggu perkembangan kondisi Julian Ryerson yang mengalami masalah fisik ketika memperkuat tim nasional Norwegia.
Cedera tersebut menjadi perhatian serius karena Ryerson merupakan salah satu pemain yang hampir selalu menjadi pilihan utama Kovac di Dortmund. Bek kanan berusia 28 tahun itu belum pernah absen dari pertandingan kompetitif BVB pada musim 2026/27 dan selalu dipercaya tampil sejak awal.
Masalah muncul ketika Norwegia menghadapi Portugal dalam pertandingan UEFA Nations League. Ryerson harus meninggalkan lapangan pada menit ke-66 setelah mengalami masalah fisik. Leo Ostigard kemudian masuk menggantikannya.
Pada awalnya belum diketahui secara pasti seberapa serius cedera tersebut. Ryerson sebelumnya terlibat benturan dengan Francisco Conceicao dalam pertandingan tersebut. Setelah insiden itu, pemain Dortmund tersebut masih mampu melanjutkan pertandingan untuk beberapa waktu sebelum akhirnya ditarik keluar.
Situasi tersebut membuat Dortmund mulai mengkhawatirkan kemungkinan kehilangan salah satu pemain penting mereka. Terlebih, BVB sudah memiliki sejumlah persoalan di lini pertahanan sepanjang awal musim.
Ryerson memiliki peran penting dalam sistem permainan Kovac. Ia bukan hanya bertugas menjaga sisi kanan pertahanan, tetapi juga sering membantu membangun serangan dan memberikan opsi ketika Dortmund melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.
Perannya semakin penting karena Dortmund tidak memiliki banyak alternatif murni untuk posisi bek kanan.
Pada bursa transfer musim panas, Yan Couto dipinjamkan ke Como. Kepergian pemain asal Brasil tersebut membuat Ryerson praktis menjadi pilihan utama untuk posisi tersebut.
Apabila Ryerson harus menepi dalam waktu cukup lama, Kovac harus mencari solusi dari pemain yang sebenarnya bukan bek kanan murni.
Salah satu opsi yang tersedia adalah Daniel Svensson. Pemain asal Swedia itu dapat dimainkan di sisi kanan meski posisi utamanya berada di sektor kiri pertahanan. Maximilian Beier juga bisa menjadi alternatif dalam situasi tertentu apabila Kovac ingin mengubah komposisi permainan.
Namun, perubahan tersebut tentu dapat memengaruhi keseimbangan tim.
Masalah ini datang pada saat yang kurang ideal bagi Dortmund. Setelah jeda internasional, BVB akan menghadapi jadwal yang cukup padat dengan pertandingan Bundesliga, DFB-Pokal, serta Liga Champions yang harus dijalani dalam periode berdekatan.
Dortmund dijadwalkan kembali bermain pada 9 Oktober dengan menjamu Werder Bremen di Signal Iduna Park. Karena itu, klub berharap mendapatkan kejelasan mengenai kondisi Ryerson sebelum pertandingan tersebut.
Cedera Ryerson juga menambah daftar kekhawatiran di lini pertahanan Dortmund. Sebelumnya, Nico Schlotterbeck mengalami masalah pada pergelangan kaki ketika bergabung dengan tim nasional Jerman.
Schlotterbeck sendiri baru kembali menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki yang membuatnya absen selama lebih dari dua bulan. Pada awal September, ia sudah mulai melakukan latihan individu, tetapi belum memiliki tanggal pasti untuk kembali bertanding.
Dengan kondisi tersebut, Dortmund berpotensi kehilangan dua pemain bertahan penting sekaligus. Schlotterbeck memiliki peran besar di jantung pertahanan, sementara Ryerson menjadi salah satu pemain utama di sisi kanan.
Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi Kovac yang sejak awal musim sudah harus mengatur komposisi lini belakang akibat beberapa pemain yang mengalami cedera.
Filippo Mane juga sempat mengalami cedera otot setelah pertandingan melawan Hoffenheim. Dortmund mengonfirmasi bahwa pemain berusia 21 tahun tersebut harus menepi untuk sementara dan baru diharapkan kembali setelah jeda internasional.
Sebelumnya, BVB juga kehilangan Emre Can dalam jangka waktu panjang. Kondisi tersebut membuat kedalaman pertahanan Dortmund menjadi salah satu aspek yang harus mendapatkan perhatian serius.
Kovac sebenarnya telah menghadapi situasi serupa sejak musim lalu. Ketika sejumlah bek utama tidak tersedia, pelatih asal Kroasia tersebut beberapa kali harus mencari solusi alternatif, termasuk melakukan perubahan sistem permainan.
Dalam kondisi sekarang, situasinya bisa kembali terulang jika Ryerson dan Schlotterbeck sama-sama belum siap bermain setelah jeda internasional.
Ryerson sendiri tampil cukup konsisten sebelum masalah fisik tersebut muncul. Dalam tujuh pertandingan bersama Dortmund pada musim ini, ia selalu menjadi starter dan telah memberikan tiga assist di semua kompetisi.
Kontribusinya bukan hanya terlihat dari statistik. Ryerson juga memberikan energi di sisi kanan, terutama ketika Dortmund membutuhkan pemain yang mampu bergerak cepat dalam transisi.
Karakter permainan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain penting dalam sistem Kovac.
Dortmund juga membutuhkan Ryerson karena musim ini mereka harus menjalani kompetisi dengan target tinggi. Setelah mengakhiri musim lalu di posisi kedua Bundesliga, BVB kembali berusaha bersaing di papan atas sekaligus menghadapi jadwal Eropa.
Karena itu, kehilangan pemain inti dalam periode panjang dapat memberikan tantangan tersendiri bagi Kovac.
Di sisi lain, belum ada kepastian bahwa Ryerson akan absen dalam pertandingan berikutnya. Laporan awal mengenai cederanya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Goal sebelumnya menyebut belum ada informasi terperinci mengenai tingkat keparahan masalah fisik sang pemain.
Perkembangan berikutnya akan sangat menentukan. Jika pemeriksaan menunjukkan cedera ringan, Ryerson masih berpeluang kembali dalam waktu relatif cepat. Namun, apabila terdapat masalah yang lebih serius, Kovac harus menyiapkan rencana alternatif.
Kekhawatiran Dortmund semakin besar karena Ryerson sebelumnya juga tidak mampu menyelesaikan pertandingan Norwegia melawan Portugal. Ketika Norwegia kemudian menghadapi Wales, ia kembali mengalami masalah dan harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Laporan terbaru menyebut Ryerson hanya mampu bermain sekitar 16 menit melawan Wales sebelum digantikan Marcus Pedersen. Hingga laporan tersebut diterbitkan, diagnosis pasti belum tersedia.
Rangkaian kejadian itu membuat Dortmund semakin menunggu perkembangan kondisi pemainnya.
Jika Ryerson harus absen, Kovac kemungkinan harus melakukan improvisasi di posisi bek kanan. Pilihan tersebut bisa memaksa beberapa pemain bermain di luar posisi natural mereka, sekaligus mengurangi fleksibilitas Dortmund dalam melakukan rotasi.
Situasi ini juga berpotensi memengaruhi rencana klub pada bursa transfer berikutnya. Sebelumnya, direktur olahraga Dortmund Ole Book mengakui bahwa kedalaman skuad belum terlalu besar dan kemungkinan penambahan pemain pada bursa transfer musim dingin tetap terbuka.
Namun, Dortmund tentu tidak akan mengambil keputusan hanya berdasarkan satu cedera. Klub masih harus melihat seberapa lama Ryerson dan pemain-pemain lain membutuhkan waktu pemulihan.
Bagi Kovac, prioritas utama saat ini adalah mendapatkan kembali pemain yang tersedia sekaligus menjaga agar cedera tidak semakin bertambah.
Menariknya, di tengah masalah tersebut, posisi Kovac di Dortmund justru dikabarkan semakin kuat. Laporan terbaru menyebut BVB telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontraknya hingga 2029, meski proses tersebut masih menunggu tanda tangan sang pelatih.
Artinya, Kovac diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari proyek Dortmund dalam beberapa musim ke depan. Karena itu, kemampuan menangani persoalan cedera dan menjaga kedalaman skuad akan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya.
Untuk saat ini, Dortmund masih menunggu kabar final mengenai Julian Ryerson. Jika pemain asal Norwegia itu dinyatakan fit, Kovac bisa kembali menggunakan struktur pertahanan yang selama ini menjadi pilihannya.
Namun, jika Ryerson harus menepi, BVB harus segera menemukan solusi sebelum pertandingan melawan Werder Bremen.
Dengan jadwal Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions yang menanti, Dortmund tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan dalam mengelola kondisi pemain. Cedera Ryerson mungkin belum dipastikan serius, tetapi situasi tersebut sudah cukup untuk kembali mengingatkan Kovac bahwa kedalaman skuadnya akan menjadi faktor penting dalam perjalanan panjang musim 2026/27.
